Aku memberanikan diri lagi — Abraham mengajukan angka 20 dengan kerendahan hati yang sama
Kejadian 18:31
Abraham Memohon untuk Sodom
“Abraham berkata lagi, “Aku memberanikan diri berbicara kepada Tuhan, bagaimana jika hanya ada dua puluh orang benar yang didapati di sana?” Tuhan menjawab, “Demi dua puluh orang benar itu, Aku tidak akan membinasakan kota itu.””Kejadian 18:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."”Kejadian 18:31 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham berkata, "Ampunilah keberanian saya meneruskan pembicaraan ini, Tuhan. Seandainya hanya ada dua puluh orang saja?" TUHAN menjawab, "Jika Kudapati dua puluh orang, kota itu tak akan Kubinasakan."”Kejadian 18:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abraham berkata lagi, “Sekali lagi mohon maaf, Penguasaku, apabila aku terus berbicara. Bagaimana seandainya hanya ada dua puluh orang?” Jawab TUHAN, “Aku tidak akan membinasakan kota itu karena dua puluh orang baik itu.””Kejadian 18:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said, Behold now, I have taken upon me to speak unto the LORD: Peradventure there shall be twenty found there. And he said, I will not destroy it for twenty’s sake.”Kejadian 18:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 18:31?
Abraham terus menawar dengan Tuhan, kali ini menanyakan apakah Tuhan akan menyelamatkan Sodom jika ada dua puluh orang benar. Tuhan kembali menyetujui dan tidak akan membinasakan kota itu demi dua puluh orang benar.
Latar belakang
Ho'alti ledabber el Adonay 'ulay yimmats'un sham 'esrim — Aku memberanikan diri berbicara kepada Tuhan seandainya ada dua puluh yang ditemukan di sana
Abraham berkata lagi, 'Aku memberanikan diri berbicara kepada Tuhan, bagaimana jika hanya ada dua puluh orang benar yang didapati di sana?' Tuhan menjawab, 'Demi dua puluh orang benar itu, Aku tidak akan membinasakan kota itu.' Putaran kelima. Abraham menggunakan kata 'ho'alti' = aku telah memberanikan diri — kata yang dia gunakan juga di 18:27 ('aku telah berbicara kepada Tuhan meskipun aku hanya debu dan abu'). Kata yang mengakui bahwa tindakannya melampaui yang wajar tapi tetap dilakukan. Angka 20 adalah penurunan 10 dari 30. TUHAN merespons dengan formula yang konsisten dan tanpa tanda ketidaksabaran. Dialog menuju angkanya yang paling bawah.
Di mana
Di hadapan TUHAN
Putaran kelima dialog: Abraham mengajukan angka 20
Kapan
Sekitar 1860 SM
Putaran kelima syafaat — semakin mendekati batas
Yang berbicara
Abraham
Yang kini menggunakan kata 'memberanikan diri' (ho'alti) untuk menggambarkan tindakannya — kata yang mengakui bahwa yang dilakukannya melampaui hak biasa, tapi tetap dilakukan
Kepada
TUHAN
Yang merespons dengan konsistensi yang sama: demi 20 orang benar pun Aku tidak akan membinasakan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הוֹאַלְתִּי
ho'alti · aku memberanikan diri
Aku telah memberanikan diri/bersedia — ho'alti (dari ya'al = bersedia, mencoba, memberanikan diri; hiphil perfek orang pertama = aku telah memberanikan diri); kata yang menunjukkan tindakan yang memerlukan keberanian atau resolusi yang melebihi kemampuan atau hak biasa; Abraham mengakui setiap kali bahwa yang dilakukannya melampaui posisinya.
עֶשְׂרִים
'esrim · dua puluh
Dua puluh — 'esrim (dua puluh; angka standar Ibrani); dari 50 Abraham sudah turun ke 20; penurunan total 30 orang dalam lima putaran; mendekati angka akhir yang akan dia pilih (10).
לֹא אַשְׁחִית
lo 'ashhhit · Aku tidak akan membinasakan
Aku tidak akan membinasakan — lo' (tidak; negasi tegas); 'ashhhit (aku akan membinasakan; dari shahhhet = merusak, membinasakan; hiphil imperfek orang pertama = aku akan membinasakan; dengan lo' = Aku tidak akan membinasakan); formula respons TUHAN yang konsisten di setiap putaran: lo 'ashhhit demi orang benar yang cukup.
Vayyomer ho'alti ledabber el Adonay 'ulay yimmats'un sham 'esrim vayyomer lo 'ashhhit ba'avur ha'esrim (Dan dia berkata aku memberanikan diri berbicara kepada Tuhan seandainya ada dua puluh yang ditemukan di sana dan Dia berkata tidak akan Aku binasakan demi dua puluh). Ho'alti — aku memberanikan diri. 'Esrim — dua puluh. Lo 'ashhhit — tidak akan Kubinasakan. Setiap kali Abraham memberanikan diri, TUHAN menyetujui.
Tahukah kamu
Ho'alti ledabber: 'aku telah memberanikan diri untuk berbicara' sebagai formula keberanian ilahi
Kata 'ho'alti ledabber' muncul dua kali dalam dialog ini: di 18:27 (saat Abraham pertama kali menyatakan kerendahan hatinya) dan di 18:31 (saat mendekati batas dialog). Kedua kali, Abraham mengakui bahwa berbicara seperti ini kepada Allah melampaui hak normalnya sebagai manusia. Akar kata 'ya'al' yang digunakan di sini berarti 'bersedia melakukan sesuatu yang membutuhkan keberanian' — bukan keberanian yang sombong tapi keberanian yang menyadari resikonya dan tetap melangkah. Paradoks yang indah: manusia yang 'hanya debu dan abu' (18:27) yang 'memberanikan diri berbicara' kepada Hakim Semesta Bumi — dan diizinkan setiap kali. Ini adalah teologi keberanian doa yang berakar dari kesadaran tentang ketidaklayakan diri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 18:31
Yesaya 64:6-7
di mana Yesaya meratapi tidak adanya orang yang berani 'memegang' Allah dalam doa, Abraham di 18:31 adalah contoh sebaliknya — orang yang dengan kerendahan hati ('debu dan abu') tetap memberanikan diri berbicara kepada Allah demi orang lain
“Kami semua seperti seorang yang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor... tidak ada orang yang berseru kepada nama-Mu, yang bangkit memegang Engkau.”
Efesus 3:12
keberanian Abraham untuk berbicara kepada Allah (ho'alti ledabber) menggemakan 'keberanian mendekat kepada Allah' yang Paulus gambarkan di Ef. 3:12; keduanya adalah keberanian yang bukan dari kelayakan diri tapi dari relasi dengan Allah
“Di dalam Dia kita berani mendekat kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya.”
Ibrani 4:16
Abraham yang 'memberanikan diri' mendekat kepada TUHAN (18:31) adalah gambaran awal dari undangan Ibrani 4:16 untuk 'dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia' — keberanian yang berakar dari pengenalan akan karakter Allah yang menyambut permohonan
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita mendapat belas kasihan dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 18:31
✕ Sering dikira
"Abraham 'memberanikan diri' menunjukkan Allah sebenarnya tidak suka diganggu dan Abraham harus merendahkan diri setiap kali agar Allah tidak marah."
✓ Yang sebenarnya
Allah tidak pernah menunjukkan kemarahan atau ketidaksabaran dalam seluruh dialog ini. Formula 'memberanikan diri' adalah ekspresi kerendahan hati Abraham, bukan respons terhadap ketidaksenangan Allah. TUHAN justru terus merespons dengan persetujuan yang konsisten.
✕ Sering dikira
"Dengan mengajukan 20, Abraham menunjukkan dia tidak percaya ada lebih dari 20 orang benar di Sodom."
✓ Yang sebenarnya
Abraham menggunakan 'ulay' (seandainya) di setiap angka — itu adalah hipotesis, bukan pernyataan faktual. Abraham sedang mendorong batas keadilan dan belas kasih Allah, bukan melakukan sensus tentang jumlah orang benar di Sodom.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 18:31
Kita bisa belajar dari keberanian Abraham untuk terus berdoa dan memohon belas kasihan Tuhan bagi orang lain. Jangan cepat menyerah dalam mendoakan mereka yang kita kasihi, karena Tuhan mendengar dan menjawab.
Tuhan, ajar aku untuk tekun berdoa bagi orang lain seperti Abraham, dan percaya bahwa Engkau mendengar setiap permohonanku. Amin.