Apakah Engkau benar-benar akan membinasakan orang benar bersama orang jahat — Abraham mendekat dengan pertanyaan teologis yang berani
Kejadian 18:23
Abraham Memohon untuk Sodom
“Lalu, Abraham mendekat dan bertanya, “Apakah Engkau benar-benar akan membinasakan orang-orang benar bersama-sama dengan orang jahat?”Kejadian 18:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama- sama dengan orang fasik?”Kejadian 18:23 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham mendekati TUHAN dan bertanya, "Benarkah TUHAN hendak membinasakan orang yang tidak bersalah bersama-sama dengan orang yang bersalah?”Kejadian 18:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abraham mendekati TUHAN dan berkata, “Apakah Engkau akan membinasakan orang-orang baik bersama dengan orang-orang jahat?”Kejadian 18:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abraham drew near, and said, Wilt thou also destroy the righteous with the wicked?”Kejadian 18:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 18:23?
Abraham berani bertanya kepada Tuhan: apakah Ia akan membinasakan orang benar bersama-sama dengan orang jahat, menunjukkan kepeduliannya pada keadilan.
Latar belakang
Ha'af tisspe tsaddiq 'im rasha — Apakah Engkau juga menyapu bersih orang benar bersama orang jahat
Lalu, Abraham mendekat dan bertanya, 'Apakah Engkau benar-benar akan membinasakan orang-orang benar bersama-sama dengan orang jahat?' Abraham 'mendekat' (vayyiggash) — kata teknis dalam Ibrani yang menunjukkan gerakan mendekat dengan tujuan tertentu, sering digunakan untuk mendekati raja atau hakim untuk mengajukan permohonan. Pertanyaan yang Abraham ajukan adalah pertanyaan tentang prinsip teologis yang fundamental: apakah Allah akan membinasakan orang benar bersama orang jahat dalam penghakiman kolektif? Ini bukan hanya tentang Sodom. Ini adalah pertanyaan tentang karakter Allah sebagai hakim yang adil. Dan Abraham berani mengajukannya langsung.
Di mana
Di hadapan TUHAN — di jalan antara Mamre dan Sodom
Abraham mendekat kepada TUHAN dan memulai dialog syafaat yang akan menguji batas keadilan ilahi
Kapan
Sekitar 1860 SM — sesaat setelah para malaikat berangkat ke Sodom
Awal dialog syafaat Abraham — pertanyaan pembuka yang menetapkan prinsip teologis
Yang berbicara
Abraham
Yang 'mendekat' kepada TUHAN — kata yang secara teknis bermakna mendekati dengan maksud tertentu — dan mengajukan pertanyaan teologis yang fundamental tentang keadilan Allah
Kepada
TUHAN
Yang menerima pertanyaan berani dari Abraham tentang keadilan ilahi — dan ternyata tidak marah tapi terlibat dalam dialog
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּגַּשׁ
vayyiggash · mendekat
Dan dia mendekat — vayyiggash (dari nagash = mendekati; konsekutif imperfek maskulin tunggal = dan dia mendekat); kata teknis yang digunakan untuk mendekati seseorang yang berkuasa untuk mengajukan permohonan — Yehuda mendekati Yusuf (Kej. 44:18), nabi mendekati altar (1 Raj. 18:36); Abraham mengambil inisiatif untuk mendekat kepada TUHAN dengan pertanyaannya.
תִּסְפֶּה
tisspe · membinasakan
Engkau menyapu bersih/membinasakan — tisspe (dari sapah = menyapu, membinasakan, memusnahkan; imperfek orang kedua maskulin = apakah engkau akan membinasakan?); sapah menggambarkan pemusnahan total seperti banjir menyapu bersih — kata yang tepat untuk menggambarkan penghakiman Sodom yang akan menghapus seluruh kota.
צַדִּיק
tsaddiq · orang benar
Orang benar — tsaddiq (dari tsadaq = benar, adil; adjektif = yang benar, yang adil); bukan hanya 'orang baik' tapi orang yang secara relasional tepat — dengan Allah dan dengan sesama; lawan dari rasha' (orang jahat, orang yang melanggar); dikotomi tsaddiq vs rasha' adalah kerangka teologis dasar untuk pertanyaan Abraham.
Vayyiggash Avraham vayyomar ha'af tisspe tsaddiq 'im rasha' (Dan Abraham mendekat dan berkata apakah Engkau juga akan menyapu bersih orang benar bersama orang jahat). Vayyiggash — dia mendekat dengan keberanian. Tisspe tsaddiq 'im rasha' — membinasakan orang benar bersama orang jahat? Pertanyaan yang menantang prinsip keadilan ilahi. Dan Abraham berani mengajukannya langsung kepada Hakim Semesta Bumi.
Tahukah kamu
Dialog syafaat Abraham: model doa syafaat paling awal dan paling lengkap dalam Alkitab
Kejadian 18:23-32 adalah teks yang paling detail tentang doa syafaat (syafaat = berdoa untuk kepentingan orang lain) dalam Alkitab. Strukturnya adalah dialog negosiasi yang turun dari 50 → 45 → 40 → 30 → 20 → 10. Beberapa hal yang luar biasa tentang dialog ini: (1) Abraham yang memulai — bukan Allah yang menawarkan; (2) Allah yang terus menyetujui setiap penurunan angka; (3) Abraham yang menghentikan dialog di angka 10, bukan Allah yang menolak. Dialog ini menjadi model untuk syafaat dalam tradisi Yahudi dan Kristen: berani memohon, berulang kali, sampai batas yang terasa tidak mungkin untuk dilampaui. Angka 10 (minyan dalam tradisi Yahudi) kemudian menjadi angka minimum untuk ibadah komunal — bisa ada kaitan dengan angka 10 dalam dialog ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 18:23
Yehezkiel 18:20
prinsip yang Abraham pertanyakan di 18:23 (apakah orang benar dihukum bersama orang jahat?) dijawab secara teologis oleh Yehezkiel 18:20 — Allah memang tidak menghukum orang benar bersama orang jahat; konfirmasi teologis atas prinsip yang Abraham perjuangkan
“Orang yang berbuat dosa, ia yang harus mati. Anak tidak akan menanggung dosa orang tuanya, dan orang tua tidak akan menanggung dosa anaknya.”
Habakuk 1:13
Habakuk mengajukan pertanyaan yang sama dengan Abraham di 18:23 — bagaimana Allah yang kudus bisa membiarkan orang jahat menghancurkan orang benar?; pertanyaan teologis tentang keadilan ilahi yang berulang dalam tradisi doa Alkitab
“Terlalu suci mata-Mu untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandang orang-orang yang berbuat khianat dan berdiam diri saja bila orang jahat menelan orang yang lebih benar darinya?”
Roma 9:14
Paulus mengajukan dan menolak pertanyaan tentang ketidakadilan Allah yang berkaitan dengan keadilan keselamatan — pertanyaan yang berakar dari tradisi yang sama dengan Abraham di 18:23: apakah Allah adil dalam cara Dia memperlakukan orang?
“Jika demikian, apa yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 18:23
✕ Sering dikira
"Abraham berani mempertanyakan Allah menunjukkan dia kurang hormat atau terlalu lancang."
✓ Yang sebenarnya
TUHAN tidak marah atas pertanyaan Abraham — Dia terlibat dalam dialog yang panjang (18:24-32) dan terus menyetujui permintaan penurunan angka. Berani memohon kepada Allah adalah model yang divalidasi dalam Alkitab: Ayub mempertanyakan Allah, para pemazmur mengajukan lament, Habakuk memprotes, Musa memohon. Dialog syafaat Abraham adalah ekspresi iman yang sehat, bukan ketidakhormatan.
✕ Sering dikira
"Pertanyaan Abraham murni tentang Lot yang tinggal di Sodom — dia hanya ingin menyelamatkan keluarganya."
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan Abraham di 18:23 dirumuskan sebagai pertanyaan prinsip teologis ('apakah Engkau akan membinasakan orang benar bersama orang jahat?') bukan sebagai permintaan spesifik untuk menyelamatkan Lot. Abraham tidak menyebut Lot sama sekali dalam seluruh dialog syafaat ini. Ini adalah syafaat untuk kota, berdasarkan prinsip keadilan, bukan permintaan keluarga.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 18:23
Kita bisa datang kepada Tuhan dengan pertanyaan-pertanyaan yang jujur tentang keadilan-Nya. Tuhan tidak marah saat kita bertanya dengan kerendahan hati.
Tuhan, berikan aku hati yang peduli pada keadilan dan berani membela yang benar, seperti Abraham. Amin.