Roti bundar tidak beragi di atas mazbah
Imamat 2:4-13
Persembahan Sajian yang Dipanggang
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Persembahan yang sudah dimasak di rumah
Ayat ini mulai menjelaskan variasi persembahan sajian yang sudah dimasak terlebih dahulu — bukan tepung mentah lagi. Yang dipanggang di oven (tanur) boleh berbentuk roti bundar atau roti tipis, keduanya harus tidak beragi dan dicampur atau diolesi minyak. Ini memberi fleksibilitas bagi pemberi: mereka bisa memasak di rumah sebelum membawa ke tenda pertemuan.
Di mana
Sinai, Padang Gurun
Di depan mazbah · aroma roti panggang bercampur minyak
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan
Kepada
Bangsa Israel
Umat tebusan yang baru keluar dari Mesir
Arti tiap ayat
Penjelasan Imamat 2:4-13 Ayat per Ayat
Imamat 2:4
Imamat 2:4 berbicara tentang persembahan sajian yang dipanggang, berupa roti bundar tidak beragi yang dicampur minyak atau roti tipis yang diolesi minyak. Ini menekankan tidak boleh menggunakan ragi, yang melambangkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:5
Imamat 2:5 melanjutkan aturan persembahan sajian yang dipanggang di atas pemanggang, terbuat dari tepung halus tanpa ragi dan dicampur minyak. Ini menunjukkan kesederhanaan dan kemurnian persembahan, tidak boleh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:6
Imamat 2:6 memerintahkan agar persembahan sajian dipecah-pecah dan dituangi minyak, sebagai tanda pembagian dan berkat. Pemecahan ini mungkin melambangkan pengorbanan Kristus yang dipecah-pecahkan bagi kita, dan minyak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:7
Ayat ini menunjukkan bahwa persembahan sajian bisa dimasak dengan berbagai cara, termasuk dalam wajan, tetapi tetap menggunakan tepung halus yang dicampur minyak. Ini melambangkan bahwa setiap orang dapat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:8
Ayat ini menegaskan bahwa persembahan sajian, apa pun jenisnya, harus dibawa kepada Tuhan melalui imam dan dipersembahkan di mezbah. Ini menunjukkan bahwa ibadah kepada Tuhan tidak boleh dilakukan secara sembarangan,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:9
Imam mengambil sebagian dari persembahan sajian sebagai 'bagian peringatan' dan membakarnya di atas mezbah. Ini adalah simbol bahwa seluruh persembahan dipersembahkan kepada Tuhan, dan bagian yang dibakar itu mewakili…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:10
Sisa persembahan sajian diberikan kepada Harun dan anak-anaknya sebagai bagian mereka. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menyediakan kebutuhan bagi para imam melalui persembahan umat. Ini juga mengajarkan bahwa mereka yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:11
Persembahan sajian tidak boleh mengandung ragi atau madu karena keduanya melambangkan fermentasi dan perubahan yang dapat merusak kemurnian. Ini menekankan bahwa persembahan kepada Tuhan harus murni dan tidak dicampur…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:12
Persembahan hasil pertama boleh dibawa kepada Tuhan, tetapi tidak boleh dibakar di atas mezbah sebagai bau harum. Ini menunjukkan bahwa meskipun hasil pertama adalah persembahan yang penting, ada aturan khusus tentang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 2:13
Garam melambangkan perjanjian yang kekal dan tidak dapat rusak antara Allah dan umat-Nya. Dalam konteks ini, garam pada setiap persembahan mengingatkan bahwa hubungan dengan Allah harus dijaga kesetiaannya, seperti…
Arti lengkap, studi kata & renungan →