Memecah-mecah roti dan menuang minyak
Imamat 2:6
Persembahan dari Hasil Bumi
“Kamu harus memecah-mecahkannya menjadi beberapa bagian dan menuangkan minyak ke atasnya. Itulah persembahan sajian.”Imamat 2:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Korban itu harus dipotong-potong, lalu kautuangkanlah minyak ke atasnya; itulah korban sajian.”Imamat 2:6 · TB
Terjemahan Baru
“Roti yang dipersembahkan itu harus dibelah-belah, lalu dituangi minyak zaitun.”Imamat 2:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Roti itu akan dipatah-patahkan menjadi potongan kecil lalu dituangi minyak zaitun di atasnya.”Imamat 2:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt part it in pieces, and pour oil thereon: it is a meat offering.”Imamat 2:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 2:6?
Imamat 2:6 memerintahkan agar persembahan sajian dipecah-pecah dan dituangi minyak, sebagai tanda pembagian dan berkat. Pemecahan ini mungkin melambangkan pengorbanan Kristus yang dipecah-pecahkan bagi kita, dan minyak melambangkan Roh Kudus yang dicurahkan. Ini mengajarkan bahwa persembahan harus diberikan dengan sukacita dan penuh berkat.
Latar belakang
Dipecah agar bisa diambil segenggam
Setelah dipanggang di pemanggang, roti itu harus dipecah-pecah menjadi potongan-potongan kecil dan dituangi minyak. Alasannya praktis: imam perlu mengambil 'segenggam' sebagai bagian peringatan — lebih mudah dari potongan kecil daripada dari roti utuh. Tindakan memecah roti juga memiliki makna simbolis: memberi berarti 'memecah' dari milik sendiri.
Di mana
Sinai, Padang Gurun
Di tenda pertemuan · sebelum menyerahkan kepada imam
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan
Kepada
Bangsa Israel
Umat tebusan yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּתַת
patat · memecah-mecahkannya
Memecah menjadi remah atau potongan-potongan kecil — tindakan aktif yang mengubah roti utuh menjadi bagian-bagian yang siap dipersembahkan
יָצַק שֶׁמֶן
yatsaq shemen · menuangkan minyak
Menuang atau mencurahkan minyak — kata yang sama dipakai untuk pengurapan raja dan imam, menandai kekudusan
מִנְחָה
minkhah · persembahan sajian
Hadiah tribut kepada Allah — persembahan ini menyatakan bahwa pemberi mengakui Allah sebagai Raja yang berhak menerima yang terbaik
Patat (memecah) dan yatsaq shemen (menuang minyak) bukan sekadar langkah memasak — keduanya adalah tindakan ritual: memecah diri sendiri dan mencurahkan yang terbaik. Minkhah hanya bermakna ketika ada yang sungguh-sungguh diberikan.
Tahukah kamu
Minyak zaitun sebagai media rasa dan kesucian
Minyak yang digunakan adalah minyak zaitun murni (shemen zayit). Di Timur Dekat kuno, minyak zaitun bukan hanya bahan masak — ia dipakai untuk mengurapi raja, imam, dan benda-benda kudus. Menuang minyak di atas persembahan adalah tindakan pengkudusan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 2:6
Matius 26:26
roti dipecah-pecah
“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Imamat 2:2
imam bakar bagian persembahan
“Imam harus membakarnya di atas mazbah sebagai bagian peringatan, suatu persembahan dengan api, bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.”
Yesaya 53:5
dipecah untuk orang lain
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 2:6
✕ Sering dikira
Roti harus dipecah dulu sebelum dipanggang
✓ Yang sebenarnya
Roti dipecah-pecah setelah dipanggang, bukan sebelum — ini langkah terakhir sebelum diserahkan kepada imam
✕ Sering dikira
Menuang minyak hanya untuk menambah rasa
✓ Yang sebenarnya
Menuang minyak adalah tindakan ritual pengkudusan, bukan sekadar bumbu masak
Renungan
Renungan Singkat Imamat 2:6
Tuhan ingin kita berbagi berkat yang kita terima kepada orang lain. Pemecahan roti mengingatkan kita akan pengorbanan Kristus dan panggilan untuk berbagi hidup kita dengan sesama. Mulailah dengan berbagi waktu, harta, atau perhatian kepada mereka yang membutuhkan.
Tuhan, ajar aku untuk berbagi berkat yang aku terima dari-Mu kepada orang lain, dan jadikan hidupku saluran berkat-Mu. Amin.