Adonan di wajan cekung berisi minyak
Imamat 2:7
Persembahan dari Hasil Bumi
“Apabila persembahanmu adalah persembahan sajian yang dimasak di dalam wajan, itu harus terbuat dari tepung halus dengan minyak.”Imamat 2:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dimasak di dalam wajan, haruslah itu diolah dari tepung yang terbaik bersama-sama minyak. Imamat 2.8–13 6”Imamat 2:7 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau yang dipersembahkan itu roti yang dimasak dalam kuali, roti itu harus dibuat dari tepung halus dan minyak zaitun.”Imamat 2:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila persembahan gandum-gandumannya berupa roti yang dimasak di panci, roti itu harus dibuat dari tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun.”Imamat 2:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if thy oblation be a meat offering baken in the fryingpan, it shall be made of fine flour with oil.”Imamat 2:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 2:7?
Ayat ini menunjukkan bahwa persembahan sajian bisa dimasak dengan berbagai cara, termasuk dalam wajan, tetapi tetap menggunakan tepung halus yang dicampur minyak. Ini melambangkan bahwa setiap orang dapat mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan sesuai dengan keadaan dan kemampuannya, tanpa harus mengikuti satu cara tunggal.
Latar belakang
Variasi ketiga: dimasak dalam wajan cekung
Ini variasi ketiga dari persembahan sajian yang dimasak: menggunakan 'marheshet' (wajan cekung atau penggorengan). Bedanya dengan pemanggang datar adalah wajan cekung memiliki sisi yang lebih dalam, dan minyak bisa menggenang di dalamnya — ini lebih mirip menggoreng daripada memanggang. Hasilnya berbeda tekstur, tapi syaratnya sama: tepung halus dan minyak.
Di mana
Sinai, Padang Gurun
Di kemah Israel · aroma gorengan dan minyak panas
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan
Kepada
Bangsa Israel
Umat tebusan yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַרְחֶשֶׁת
marheshet · wajan
Wajan cekung atau panci dangkal yang memungkinkan minyak menggenang — berbeda dari pemanggang datar yang hanya melumasi permukaan
סֹלֶת
solet · tepung halus
Tepung terigu paling halus — bahan dasar konsisten di semua variasi persembahan sajian tanpa terkecuali
שֶׁמֶן
shemen · minyak
Minyak zaitun — simbol berkat, kelimpahan, dan kekudusan dalam seluruh sistem ibadah Israel
Dari tanur ke makhavat ke marheshet, solet dan shemen selalu hadir. Allah tidak berubah dalam standar kekudusan-Nya — yang berubah hanya cara manusia menyesuaikan persembahan dengan kemampuan yang dimiliki.
Tahukah kamu
Tiga cara masak, satu makna
Imamat 2 menyebut tiga alat masak: tanur (oven), makhavat (panggang datar), dan marheshet (wajan cekung). Para rabi kemudian berdebat panjang tentang perbedaan ketiga alat ini. Kesimpulannya: Allah sengaja memberikan banyak pilihan agar setiap orang, dengan alat apa pun yang dimilikinya, bisa beribadah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 2:7
Imamat 7:9
wajan = jatah imam
“Dan semua korban sajian yang dipanggang dalam pembakaran roti, dan yang dibuat di atas penggorengan dan di dalam kuali, semuanya itu adalah kepunyaan imam yang mempersembahkannya.”
1 Raja-raja 17:12
tepung dan minyak untuk bertahan hidup
“Tetapi perempuan itu berkata: Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, hanya ada segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli.”
Mazmur 141:2
persembahan naik ke hadirat Allah
“Biarlah doaku dianggap sebagai ukupan yang harum di hadapan-Mu, dan tanganku yang terangkat sebagai korban sembahyang yang petang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 2:7
✕ Sering dikira
Marheshet dan makhavat adalah alat yang sama
✓ Yang sebenarnya
Marheshet adalah wajan cekung (lebih dalam, minyak menggenang), sedangkan makhavat adalah pemanggang datar — keduanya berbeda alat dan menghasilkan tekstur berbeda
✕ Sering dikira
Persembahan dari wajan lebih rendah dari yang dipanggang di oven
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada tingkatan nilai di antara tiga cara memasak ini — semuanya sah dan setara di hadapan Allah
Renungan
Renungan Singkat Imamat 2:7
Seperti persembahan yang bisa dimasak dengan cara berbeda, pelayanan kita kepada Tuhan juga bisa dalam berbagai bentuk dan situasi. Tuhan tidak membatasi cara kita beribadah, tetapi Dia menginginkan ketulusan dan yang terbaik dari kita. Mari persembahkan talenta dan waktu kita dengan kreativitas sesuai panggilan kita.
Tuhan, ajar kami mempersembahkan hidup kami kepada-Mu dengan sukacita, dalam berbagai cara yang Kau berikan, dengan segenap hati. Amin.