Imam membakar bagian peringatan di mazbah

Imamat 2:9

Persembahan dari Hasil Bumi

Imam itu harus mengambil dari persembahan sajian itu sebagai bagian peringatan, dan harus membakarnya di atas mazbah. Itulah suatu persembahan dengan api, bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.

Imamat 2:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 2:9?

Imam mengambil sebagian dari persembahan sajian sebagai 'bagian peringatan' dan membakarnya di atas mezbah. Ini adalah simbol bahwa seluruh persembahan dipersembahkan kepada Tuhan, dan bagian yang dibakar itu mewakili keseluruhan. Ini mengajarkan bahwa Tuhan layak menerima bagian terbaik dari hidup kita.

Latar belakang

Asap yang naik sebagai doa yang diterima

Imam mengambil bagian peringatan (azkarah) dari persembahan sajian yang sudah dimasak dan membakarnya di atas mazbah. Asap yang naik adalah tanda bahwa persembahan diterima — 'bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.' Frasa ini bukan bermakna Allah benar-benar mencium bau, melainkan bahwa persembahan itu menyenangkan dan berkenan bagi-Nya.

Di mana

Sinai, Padang Gurun

Di atas mazbah · asap putih kemenyan naik ke langit

Kapan

~1446 SM

Peristiwa Keluaran

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberi menyerahkan sajian kepada imam
Sisa sajian jadi milik imam
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN (melalui Musa)

Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan

B

Kepada

Bangsa Israel

Umat tebusan yang baru keluar dari Mesir

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אַזְכָּרָה

azkarah · bagian peringatan

Bagian yang dibakar sebagai 'pengingat' — ketika asap naik, Allah 'mengingat' si pemberi dan persembahannya diterima

רֵיחַ נִיחֹחַ

reach nikhokh · bau harum

Secara harfiah 'bau yang menenangkan atau menyejukkan' — ungkapan antropomorfis bahwa persembahan menyenangkan bagi Allah

אִשֶּׁה

isheh · persembahan dengan api

Persembahan yang dikuduskan melalui api — dari kata 'esh' (api), menunjukkan bahwa api adalah media transformasi antara yang duniawi dan yang ilahi

Azkarah dibakar menghasilkan reach nikhokh sebagai isheh — dari 'peringatan' menjadi 'keharuman' melalui 'api'. Ini adalah gambaran lengkap bagaimana persembahan manusia bertransformasi menjadi sesuatu yang berkenan di hadirat Allah.

Tahukah kamu

Bau harum dalam kosmologi Timur Dekat kuno

Dalam teks-teks Mesopotamia kuno (seperti Epos Gilgamesh), para dewa digambarkan 'berkerumun seperti lalat' di atas persembahan harum setelah banjir besar. Alkitab menggunakan frasa serupa namun dengan teologi yang sangat berbeda: Allah tidak butuh makanan — 'bau harum' hanya berarti Dia berkenan menerima penyerahan diri si pemberi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 2:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 2:9

✕  Sering dikira

Allah benar-benar mencium bau asap persembahan seperti manusia mencium bau

✓  Yang sebenarnya

Frasa 'bau harum yang menyenangkan' adalah ungkapan simbolis bahwa persembahan berkenan dan diterima Allah, bukan deskripsi pengalaman inderawi Allah

✕  Sering dikira

Imam membakar seluruh persembahan yang sudah dimasak

✓  Yang sebenarnya

Imam hanya membakar 'bagian peringatan' (azkarah) — sisa persembahan tetap menjadi jatah imam untuk dimakan

Renungan

Renungan Singkat Imamat 2:9

Bagian peringatan ini mengingatkan kita untuk memberikan yang terbaik dan pertama bagi Tuhan, bukan sisa-sisa. Ketika kita memberikan waktu, tenaga, dan harta kita, ingatlah bahwa itu adalah bentuk penyembahan yang harum di hadapan-Nya. Mari utamakan Tuhan dalam setiap aspek hidup kita.

Tuhan, terimalah persembahan hidup kami sebagai bau harum yang menyenangkan hati-Mu, dan tolong kami untuk selalu mengutamakan Engkau. Amin.