Menaburkan garam perjanjian di atas persembahan
Imamat 2:13
Persembahan dari Hasil Bumi
“Kamu harus membubuhkan semua persembahan sajianmu dengan garam. Jangan meniadakan garam perjanjian dengan Allahmu dari persembahan sajianmu. Kamu harus membubuhkan garam pada semua persembahanmu.””Imamat 2:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi Imamat 2.14–3.2 7 garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.”Imamat 2:13 · TB
Terjemahan Baru
“Setiap kurban sajian harus diberi garam, karena garam menandakan perjanjian Allah dengan kamu. Jadi semua persembahan harus diberi garam.”Imamat 2:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Taburkanlah garam pada semua persembahan gandum-gandumanmu, karena garam melambangkan perjanjian yang Aku buat dengan kalian. Jadi, pastikan agar kalian tidak lupa memberi garam pada semua persembahan gandum-ganduman.”Imamat 2:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And every oblation of thy meat offering shalt thou season with salt; neither shalt thou suffer the salt of the covenant of thy God to be lacking from thy meat offering: with all thine offerings thou shalt offer salt.”Imamat 2:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 2:13?
Garam melambangkan perjanjian yang kekal dan tidak dapat rusak antara Allah dan umat-Nya. Dalam konteks ini, garam pada setiap persembahan mengingatkan bahwa hubungan dengan Allah harus dijaga kesetiaannya, seperti garam yang mengawetkan dan memberi rasa.
Latar belakang
Garam: simbol perjanjian yang tidak bisa busuk
Jika ragi dan madu dilarang, garam justru diwajibkan pada setiap persembahan sajian. Garam adalah 'garam perjanjian dengan Allahmu' — simbol kekekalan dan ketidakbusukan. Di Timur Dekat kuno, memakan garam bersama seseorang berarti membuat perjanjian yang tidak bisa dibatalkan. Setiap persembahan dengan garam adalah pembaruan perjanjian Sinai.
Di mana
Sinai, Padang Gurun
Di tenda pertemuan · garam putih di atas tepung dan minyak
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan
Kepada
Bangsa Israel
Umat tebusan yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּרִית מֶלַח
berit melach · garam perjanjian
Perjanjian garam — ikatan yang tidak bisa busuk atau dibatalkan, seperti garam yang mengawetkan bahan makanan dari pembusukan
תַּמְלַח
tamlach · membubuhkan
Kamu akan menambahkan garam — kata kerja aktif yang menekankan tindakan yang disengaja dan wajib dilakukan oleh si pemberi
לֹא תַשְׁבִּית
lo tashbith · jangan meniadakan
Jangan menghentikan atau menghapuskan — perintah negatif yang tegas: tidak ada satu pun persembahan yang boleh tanpa garam
Tamlach (tambahkan garam) dan lo tashbith (jangan hentikan) — berit melach adalah wajib, bukan opsional. Setiap persembahan adalah pembaruan perjanjian, dan garam adalah mata cincin yang mengikat perjanjian itu.
Tahukah kamu
Garam perjanjian — tradisi yang bertahan ribuan tahun
Tradisi 'perjanjian garam' masih hidup di banyak budaya Timur Tengah dan Arab hingga hari ini. Dalam bahasa Arab ada ungkapan 'antara kita ada garam dan roti' yang berarti ada ikatan perjanjian yang kuat. Para rabi Yahudi percaya bahwa garam bahkan mewakili perjanjian Allah dengan Daud — kerajaan yang 'tidak bisa busuk'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 2:13
Bilangan 18:19
garam = perjanjian kekal
“Semua persembahan khusus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan, sebagai ketetapan yang berlaku untuk selama-lamanya. Itulah suatu perjanjian garam yang berlaku untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN, bagimu dan bagi keturunanmu.”
2 Tawarikh 13:5
perjanjian garam Daud
“Bukankah kamu tahu bahwa TUHAN, Allah Israel, telah memberikan pemerintahan atas Israel kepada Daud untuk selama-lamanya, kepadanya dan kepada anak-anaknya, dengan perjanjian garam?”
Markus 9:50
garam dalam diri orang percaya
“Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 2:13
✕ Sering dikira
Garam hanya ditambahkan untuk membuat persembahan lebih enak
✓ Yang sebenarnya
Garam adalah simbol perjanjian yang wajib — perintahnya tegas dan filosofisnya dalam: setiap persembahan adalah pembaruan perjanjian dengan Allah
✕ Sering dikira
Larangan ragi dan kewajiban garam berlaku untuk jenis persembahan yang berbeda
✓ Yang sebenarnya
Keduanya berlaku untuk persembahan sajian yang sama — ragi dilarang, garam diwajibkan; ini dua sisi dari satu aturan kemurnian persembahan
Renungan
Renungan Singkat Imamat 2:13
Garam dalam hidup kita bisa berarti komitmen yang tidak mudah pudar. Hari ini, mari periksa apakah janji-janji kita—baik kepada Tuhan maupun sesama—masih 'asin' atau sudah hambar. Pertahankan integritas dengan menjadi pribadi yang setia dan dapat dipercaya.
Tuhan, tolong aku untuk selalu setia pada perjanjian-Mu dan menjaga komitmenku, seperti garam yang mengawetkan dan memberi rasa. Amin.