Menanti dari Jurang

Mazmur 123:1

Mata yang Terangkat kepada Tuhan

PerikopKetergantungan pada TUHAN · Mazmur 123:1-4 →
“Nyanyian Ziarah. Aku mengangkat mataku kepada-Mu, ya Engkau yang bertakhta di surga.”

Mazmur 123:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 123:1?

Mazmur 123:1 menunjukkan sikap pemazmur yang mengarahkan pandangan kepada Tuhan yang bersemayam di surga. Ini adalah ekspresi iman dan ketergantungan total kepada Allah yang berkuasa atas segala sesuatu, seraya mengakui bahwa hanya Dialah sumber pertolongan sejati.

Latar belakang

Seruan dari Tengah Penderitaan

Pemazmur berada dalam situasi penuh hinaan dari orang-orang sombong. Ia mengarahkan matanya kepada Allah yang di surga, sebagai satu-satunya harapan.

Di mana

Yerusalem (kemungkinan)

Di tempat ibadah atau saat berziarah

Kapan

~950 SM (kemungkinan)

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembagian kerajaan
Pembuangan Babel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Penyembah Israel yang sedang terhina

T

Kepada

TUHAN

Allah yang bertakhta di surga

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָשָׂא

nasa · mengangkat

Menaikkan, mengangkat ke atas

עֵינַי

enai · mataku

Mataku (mata jamak dengan kepemilikan)

יָשַׁב

yashav · bertakhta

Duduk, bersemayam

Mengangkat mata adalah tindakan aktif berharap, bukan sekadar menengadah; Allah bertakhta berarti Ia berdaulat penuh atas segala keadaan.

Tahukah kamu

Nyanyian Ziarah

Mazmur 120-134 disebut 'Nyanyian Ziarah', dinyanyikan saat umat Israel berjalan naik ke Yerusalem untuk hari raya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 123:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 123:1

✕  Sering dikira

Menganggap Tuhan tidak peduli dan berada jauh.

✓  Yang sebenarnya

Pemazmur justru percaya Tuhan mendengar dan berkuasa dari takhta-Nya.

✕  Sering dikira

Mengira ini hanya doa pribadi yang putus asa.

✓  Yang sebenarnya

Ini doa umat Israel secara kolektif yang sedang terhina.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 123:1

Saat menghadapi masalah, cobalah hentikan sejenak dan arahkan pandangan batinmu kepada Tuhan yang jauh lebih besar dari semua masalahmu. Ini dapat membantumu mendapatkan perspektif baru dan meletakkan kepercayaanmu kepada-Nya, bukan pada kemampuanmu sendiri.

Tuhan, ajarlah aku untuk selalu mengangkat mataku kepada-Mu yang bertakhta di surga, melebihi segala kekhawatiran dunia ini. Amin.