Pengurbanan di Bozra

Yesaya 34:6

Hari Pembalasan TUHAN atas Edom

Pedang TUHAN berlumuran darah, dikenyangkan dengan lemak dan dengan darah anak-anak domba dan kambing-kambing jantan; dengan lemak ginjal domba-domba jantan. Sebab, TUHAN melakukan pengurbanan di Bozra dan pembantaian besar di tanah Edom.

Yesaya 34:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 34:6?

Ayat ini melukiskan pengorbanan besar di Bozra, kota Edom. Pedang Tuhan berlumuran darah, dan ini adalah gambaran penghakiman yang sangat dahsyat. Bozra adalah pusat Edom, dan ini menunjukkan bahwa tidak ada yang selamat dari murka Tuhan.

Latar belakang

Hari penyembelihan

Pedang TUHAN berlumuran darah dan lemak seperti hewan kurban. Di Bozra dan Edom, TUHAN melakukan pembantaian besar.

Di mana

Bozra

Di kota Bozra, ibu kota Edom

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Sanherib
Pembuangan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yerusalem, ~740-681 SM

B

Kepada

Bangsa-bangsa

Semua bangsa, termasuk Edom

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זֶבַח

zevach · pengurbanan

korban sembelihan, sering untuk ibadah

מָלְאָה

mal'ah · berlumuran

penuh, dipenuhi dengan

בָּצְרָה

Botsrah · Bozra

kota di Edom, berarti 'berkubu'

Kata 'zevach' biasanya untuk korban kepada Allah, tapi di sini dipakai untuk pembantaian musuh—Edom menjadi korban bagi keadilan TUHAN.

Tahukah kamu

Bozra penting

Bozra adalah kota penting Edom dan kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Lokasinya sekitar 30 km dari Petra.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 34:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 34:6

✕  Sering dikira

TUHAN melakukan korban untuk diri-Nya

✓  Yang sebenarnya

Bahasa kiasan untuk pembantaian, bukan korban ritual

✕  Sering dikira

Penggenapan literal dalam sejarah

✓  Yang sebenarnya

Sejarah Edom memang runtuh, tapi kiasan ini mewakili hari akhir

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 34:6

Penggambaran ini keras, tetapi mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak main-main dengan dosa. Bagi kita, ini adalah panggilan untuk mengasihi musuh dan bersyukur karena Kristus menjadi korban pengganti kita. Dia telah membayar harga yang mahal untuk keselamatan kita.

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadi korban yang menggantikan aku. Tolong aku untuk menghargai pengorbanan-Mu dengan hidup yang berkenan kepada-Mu. Amin.