Pedang TUHAN turun ke Edom

Yesaya 34:5

Hari Pembalasan TUHAN atas Edom

Sebab, pedang-Ku sudah kenyang di langit. Lihatlah, dia turun untuk menghukum Edom dan orang-orang yang disediakan untuk dibinasakan.

Yesaya 34:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 34:5?

Ayat ini menunjukkan bahwa pedang Tuhan sudah 'kenyang' di langit, artinya kekuatan penghakiman-Nya dahsyat. Sekarang pedang itu turun untuk menghukum Edom, sebagai contoh. Ini menegaskan bahwa penghakiman Tuhan itu nyata dan spesifik, bukan hanya teori.

Latar belakang

Pedang TUHAN yang kenyang

Pedang TUHAN telah 'kenyang' di langit, artinya penghakiman sudah ditetapkan. Sekarang pedang itu turun ke Edom, musuh umat Allah.

Di mana

Yerusalem (kemungkinan)

Nubuat tentang Edom

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Sanherib
Pembuangan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yerusalem, ~740-681 SM

B

Kepada

Bangsa-bangsa

Segala bangsa, terutama Edom

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֶרֶב

cherev · pedang

alat perang, simbol penghakiman

רָוְתָה

ravtah · kenyang

puas, penuh, seperti setelah makan

אֱדוֹם

Edom · Edom

keturunan Esau, musuh Israel

Pedang yang 'kenyang' menunjukkan penghakiman yang sangat memuaskan keadilan TUHAN. Edom menjadi sasaran karena permusuhannya.

Tahukah kamu

Makanan pedang

Pedang digambarkan 'dikenyangkan' dengan darah dan lemak, seolah-olah makan. Ini adalah bahasa puisi untuk kekejaman perang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 34:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 34:5

✕  Sering dikira

Dianggap TUHAN kejam dan haus darah

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah konsekuensi keadilan atas kejahatan

✕  Sering dikira

Berlaku untuk semua bangsa tanpa kecuali

✓  Yang sebenarnya

Edom adalah fokus khusus, meski semua bangsa bisa kena

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 34:5

Edom sering kali melambangkan permusuhan terhadap umat Tuhan. Meski kita mungkin bukan sasaran langsung, ini mengingatkan bahwa Tuhan membela umat-Nya. Saat kita diperlakukan tidak adil, kita bisa percaya bahwa Tuhan akan bertindak pada waktu-Nya.

Tuhan, aku percaya Engkau membela umat-Mu. Ajar aku untuk tidak membalas kejahatan, tetapi menyerahkan pembalasan kepada-Mu. Amin.