Peringatan TUHAN kepada para pengejek
Yesaya 28:13
Mahkota Kebanggaan vs. Batu Penjuru
“Maka, firman TUHAN kepada mereka akan seperti ini: “Perintah demi perintah, perintah demi perintah, patokan demi patokan, patokan demi patokan, sedikit di sini, sedikit di sana,” supaya mereka pergi dan jatuh telentang, hancur, terjerat, dan ditawan.”Yesaya 28:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam Yesaya 28.14–17 95 berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan.”Yesaya 28:13 · TB
Terjemahan Baru
“Oleh karena itu TUHAN mengajar kamu huruf demi huruf, kata demi kata dan kalimat demi kalimat. Dan waktu berjalan kamu jatuh telentang sehingga luka, terjerat dan tertawan.”Yesaya 28:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But the word of the LORD was unto them precept upon precept, precept upon precept; line upon line, line upon line; here a little, and there a little; that they might go, and fall backward, and be broken, and snared, and taken.”Yesaya 28:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 28:13?
Ayat ini menunjukkan akibat dari sikap mengejek terhadap Firman Tuhan. Karena mereka menganggap pesan Tuhan hanya sebagai aturan yang berulang, Tuhan akan membuat mereka jatuh, terluka, terjerat, dan tertawan. Ini adalah peringatan bahwa meremehkan firman membawa konsekuensi.
Latar belakang
Firman TUHAN menjadi batu sandungan
Orang-orang mengejek pesan Yesaya yang sederhana ('perintah demi perintah'). Karena mereka menolak, TUHAN mengubahnya menjadi hukuman: firman itu akan membuat mereka jatuh, hancur, dan tertawan—bukan berkat.
Di mana
Yerusalem
Nubuat yang mungkin disampaikan di bait atau pasar
Kapan
~700 SM
Kerajaan pecah, Yehuda di bawah ancaman Asyur
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar Yehuda, melayani sekitar 740–680 SM
Kepada
Para pengejek
Pemimpin Yehuda yang menolak peringatan Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דְּבַר
devar · firman
perkataan atau pesan yang diucapkan, terutama dari Tuhan
נִשְׁבָּרוּ
nishberu · hancur
pecah berkeping-keping, remuk total
נִלְכָּדוּ
nilkedu · ditawan
tertangkap dalam jebakan, tertawan
Firman TUHAN yang ditolak bukan hanya hilang, tetapi berbalik menjadi jebakan yang menghancurkan dan menawan. Ini menunjukkan keseriusan menolak pesan Allah.
Tahukah kamu
Bahasa Ibrani penuh ironi
Ungkapan 'perintah demi perintah' (tsav latsav) di ayat 10 dan 13 berbunyi seperti omongan orang mabuk, menggemakan ejekan mereka terhadap nabi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 28:13
1 Korintus 1:18
pesan Tuhan tampak bodoh
“Sebab pemberitaan tentang salib memang kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan itu adalah kekuatan Allah.”
Yesaya 8:14
batu sandungan
“Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi bagi kedua kaum Israel ia menjadi batu sandungan dan batu yang membuat jatuh.”
Mazmur 119:165
cinta firman = tak goyah
“Damai sejahtera yang besar dimiliki oleh orang yang mencintai Taurat-Mu; tidak ada batu sandungan baginya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 28:13
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya untuk Israel kuno, tidak relevan.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya berlaku: menolak firman Tuhan membawa konsekuensi serius.
✕ Sering dikira
Mengira Tuhan sengaja membuat orang sulit mengerti.
✓ Yang sebenarnya
Justru karena mereka menolak, firman yang tadinya jelas menjadi penghakiman.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 28:13
Saat kita mengabaikan peringatan Tuhan dengan dalih 'itu-itu saja', kita bisa jatuh ke dalam masalah yang sama. Mari kita tanggapi setiap kebenaran dengan serius dan taat.
Tuhan, tolong aku untuk tidak meremehkan firman-Mu, tetapi menerimanya dengan hati yang rendah hati, sehingga aku tidak jatuh ke dalam jerat dosa. Amin.