Mencapai Hikmat yang Jauh

Pengkhotbah 7:23-29

Pengejaran Hikmat yang Mengecewakan

Latar belakang

Pengakuan Keterbatasan Hikmat

Pengkhotbah mengaku sudah menguji segala sesuatu dengan hikmat, tetapi ketika ingin menjadi benar-benar bijak, hikmat itu terasa jauh. Ini menunjukkan bahwa hikmat sejati tidak bisa dicapai hanya dengan usaha manusia.

Di mana

Yerusalem

Di ruang belajar, saat merenungkan hidup

Kapan

~935 SM

Kerajaan Bersatu Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo jadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Seorang bijak, mungkin Salomo, merenung di usia senja.

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang mencari makna di tengah kesia-siaan.

Arti tiap ayat

Penjelasan Pengkhotbah 7:23-29 Ayat per Ayat

Pengkhotbah 7:23

Pengkhotbah mengakui bahwa meskipun ia berusaha keras untuk menjadi bijak, hikmat yang sesungguhnya sulit dicapai. Ini menunjukkan keterbatasan manusia dalam memahami segala sesuatu.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 7:24

Ayat ini menggambarkan bahwa hikmat sejati sangat dalam dan sulit ditemukan; manusia tidak dapat memahaminya sepenuhnya. Hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 7:25

Pengkhotbah mengungkapkan usaha seriusnya untuk mencari hikmat dan memahami kebenaran. Ia menyadari bahwa kebodohan adalah kefasikan dan kegilaan, tetapi hikmat sejati sering kali sulit ditemukan dan sangat dalam.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 7:26

Pengkhotbah menemukan bahwa ada godaan yang lebih menyakitkan daripada kematian, yaitu perempuan yang memikat dan menjerat. Ini menggambarkan bahaya dari orang yang menyesatkan, yang dapat menjauhkan seseorang dari…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 7:27

Pengkhotbah menyatakan bahwa melalui proses penemuan yang teliti dan bertahap, ia berusaha mencari kesimpulan dan kebenaran. Ini menunjukkan bahwa hikmat sering ditemukan melalui penyelidikan yang tekun dan sabar.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 7:28

Pengkhotbah mengungkapkan pencariannya yang belum selesai: ia menemukan satu orang yang baik di antara ribuan, tetapi tidak menemukan seorang perempuan yang demikian. Ini bisa menggambarkan realitas keberdosaan manusia…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 7:29

Ayat ini menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan benar, tetapi manusia mencari banyak alasan atau dalih untuk berbuat dosa. Ini menjelaskan bahwa dosa adalah pilihan kita sendiri, bukan kesalahan Allah.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Pengkhotbah 7 selengkapnya