Yesus mengajar soal doa yang tak lelah

Lukas 18:1-8

Perumpamaan tentang Hakim dan Seorang Janda

Latar belakang

Jangan menyerah dalam berdoa

Yesus melihat murid-murid-Nya mulai kelelahan dan putus asa. Perjalanan panjang, penolakan di banyak kota, dan tekanan dari pemimpin agama membuat semangat mereka goyah. Perumpamaan ini adalah respons langsung Yesus terhadap bahaya keputusasaan spiritual itu.

Di mana

Perjalanan menuju Yerusalem

Kemungkinan di wilayah Perea, sebelah timur Sungai Yordan

Kapan

~30 M

Minggu-minggu terakhir pelayanan Yesus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengajaran tentang kedatangan Kerajaan
Perumpamaan hakim dan janda
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesus

Guru dan Mesias, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem

P

Kepada

Para murid

Dua belas murid yang mengikuti Yesus

Arti tiap ayat

Penjelasan Lukas 18:1-8 Ayat per Ayat

Lukas 18:1

Yesus menceritakan perumpamaan untuk mengajar murid-murid-Nya bahwa mereka harus terus berdoa dengan tekun dan tidak menyerah atau putus asa, meskipun jawaban tampaknya tertunda.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:2

Yesus menggambarkan seorang hakim yang tidak adil, yang tidak takut kepada Allah dan tidak peduli pada manusia, sebagai kontras untuk menunjukkan betapa berbedanya Allah yang adil dan penuh kasih.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:3

Seorang janda datang berulang kali kepada hakim untuk meminta keadilan terhadap lawannya, menunjukkan kegigihannya dalam memperjuangkan haknya meskipun menghadapi penolakan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:4

Meskipun hakim itu awalnya menolak, dia akhirnya mengabulkan permintaan janda itu, bukan karena takut akan Allah, tetapi karena janda itu terus mengganggunya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:5

Hakim yang tidak adil itu memutuskan untuk memberi keadilan kepada janda itu karena dia tidak mau terus direpotkan oleh kedatangannya yang terus-menerus.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:6

Yesus meminta pendengar untuk memperhatikan perkataan hakim yang tidak adil itu, yang menunjukkan bahwa jika orang jahat saja bisa memberi keadilan, terlebih lagi Allah akan memberi keadilan bagi umat-Nya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:7

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah pasti akan memberikan keadilan kepada umat-Nya yang berdoa kepada-Nya dengan tekun. Ia bukan hakim yang tidak adil, tetapi Bapa yang peduli dan akan menjawab, meskipun mungkin terasa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 18:8

Yesus menegaskan bahwa Allah akan segera membela umat pilihan-Nya. Namun, Ia juga mempertanyakan apakah akan ada iman di bumi ketika Ia datang kembali. Ini menyiratkan bahwa ketekunan dalam iman dan doa sangat penting,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Lukas 18 selengkapnya