Janda gigih menuntut keadilan
Lukas 18:3
Doa, Kerendahan Hati, dan Jalan ke Yerusalem
“Di kota itu, ada seorang janda yang terus-menerus datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Berikanlah keadilan kepadaku terhadap lawanku.’”Lukas 18:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.”Lukas 18:3 · TB
Terjemahan Baru
“Di kota itu ada pula seorang janda yang berkali-kali menghadap hakim itu meminta perkaranya dibela. 'Tolonglah saya menghadapi lawan saya,' kata janda itu.”Lukas 18:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di kota itu juga ada seorang janda yang sering mendatangi hakim itu untuk memohon, ‘Belalah perkara saya terhadap seseorang yang mau merugikan saya.’”Lukas 18:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And there was a widow in that city; and she came unto him, saying, Avenge me of mine adversary.”Lukas 18:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 18:3?
Seorang janda datang berulang kali kepada hakim untuk meminta keadilan terhadap lawannya, menunjukkan kegigihannya dalam memperjuangkan haknya meskipun menghadapi penolakan.
Latar belakang
Perempuan paling rentan di masyarakat kuno
Di dunia Timur Tengah kuno, janda adalah kelompok paling rentan. Tanpa suami, tidak ada yang mewakilkan haknya di pengadilan. Uang untuk menyuap hakim pun tidak ada. Satu-satunya senjatanya adalah kegigihan.
Di mana
Perjalanan menuju Yerusalem
Setting perumpamaan: pengadilan di kota
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir ke Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Melanjutkan perumpamaan kepada murid-murid-Nya
Kepada
Para murid
Murid-murid yang mendengarkan perumpamaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
χήρα
janda · widow
Perempuan yang ditinggal mati suaminya, tidak punya perlindungan hukum
ἤρχετο
terus-menerus datang · kept coming
Imperfek — menggambarkan aksi berulang yang tidak berhenti
ἐκδίκησόν
keadilan · justice
Pemulihan hak, pembalasan atas yang dirugikan
Tiga kata ini melukiskan potret doa yang sejati: seorang yang lemah (χήρα), yang terus datang (ἤρχετο), meminta hal yang benar (ἐκδίκησόν). Ketekunan janda ini bukan karena nekad — tapi karena tidak ada pilihan lain selain berharap.
Tahukah kamu
Janda dalam Alkitab sering jadi simbol iman
Dari Rut, janda Sarfat di masa Elia, hingga janda yang memberi dua peser — sosok janda dalam Alkitab sering muncul sebagai teladan iman yang tidak bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 18:3
Yakobus 1:27
Allah peduli pada nasib janda
“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah... ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka”
Mazmur 68:6
Allah sebagai pembela orang lemah
“Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia membebaskan orang-orang tahanan”
Lukas 21:2-3
Janda sebagai teladan iman yang gigih
“Yesus melihat janda miskin itu memasukkan dua peser... janda miskin ini memberi lebih banyak”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 18:3
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa kita harus 'memaksa' Allah seperti janda memaksa hakim
✓ Yang sebenarnya
Janda itu lambang ketekunan doa, bukan manipulasi. Allah tidak perlu dipaksa — Ia justru lebih rela memberi dari hakim mana pun
✕ Sering dikira
Lawannya pasti orang jahat karena janda minta keadilan
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak memberi info soal lawannya. Fokus cerita bukan pada konflik, tapi pada kegigihan meminta
Renungan
Renungan Singkat Lukas 18:3
Janda ini mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi ketidakadilan. Kita bisa bertekun dalam doa dan juga dalam tindakan nyata untuk mencari keadilan, karena Tuhan melihat perjuangan kita.
Ya Tuhan, berikan aku ketekunan seperti janda ini untuk terus berjuang dan berdoa dalam segala situasi. Amin.