Dua rasul menuju Bait Allah sore hari

Kisah Para Rasul 3:1-10

Petrus Menyembuhkan Orang Lumpuh

Latar belakang

Rutinitas doa yang membuka pintu mujizat

Petrus dan Yohanes masih menjalankan kebiasaan Yahudi mereka — berdoa di Bait Allah jam tiga sore. Ini bukan momen yang 'direncanakan' untuk mujizat. Mereka cuma mau berdoa. Jam kesembilan (sekitar pukul 15.00) adalah waktu persembahan petang, salah satu waktu doa resmi dalam tradisi Yahudi.

Di mana

Bait Allah, Yerusalem

Jalan menuju kompleks Bait Allah sore hari

Kapan

~30 M

Gereja perdana baru terbentuk setelah Pentakosta

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pentakosta & pertobatan 3.000 orang
Pengemis lumpuh meminta sedekah
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator (Lukas)

Tabib dan penulis Injil Lukas & Kisah Para Rasul

T

Kepada

Teofilus & pembaca umum

Orang percaya yang ingin tahu sejarah gereja awal

Arti tiap ayat

Penjelasan Kisah Para Rasul 3:1-10 Ayat per Ayat

Kisah Para Rasul 3:1

Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah pada jam doa, yaitu jam ketiga sore. Ini menunjukkan mereka tetap setia beribadah meskipun sudah mengenal Yesus, dan menjadi dasar peristiwa mujizat yang terjadi selanjutnya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:2

Ada seorang laki-laki lumpuh sejak lahir yang setiap hari digotong dan diletakkan di Pintu Gerbang Indah untuk meminta sedekah. Ia hidup dalam keterbatasan dan bergantung pada belas kasihan orang lain.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:3

Orang lumpuh itu melihat Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah dan meminta sedekah kepada mereka. Ia hanya mengharapkan bantuan materi, tidak menyangka akan menerima sesuatu yang jauh lebih besar.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:4

Petrus dan Yohanes menatap orang lumpuh itu dengan saksama dan memintanya untuk melihat mereka. Ini menunjukkan perhatian yang serius dan kesediaan untuk berinteraksi, bukan sekadar memberi sedekah.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:5

Orang lumpuh itu memusatkan perhatian pada Petrus dan Yohanes, berharap mereka akan memberinya sesuatu. Ia mengharapkan uang atau makanan, tetapi tidak tahu bahwa yang akan diterimanya adalah kesembuhan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:6

Petrus dengan jujur berkata bahwa ia tidak punya uang, tetapi ia menawarkan sesuatu yang lebih berharga: kesembuhan dalam nama Yesus Kristus. Ini mengajarkan bahwa kuasa Tuhan tidak bisa dibeli dengan uang, tetapi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:7

Petrus memegang tangan orang lumpuh itu dan membantunya berdiri, dan seketika itu juga kaki serta pergelangannya menjadi kuat. Ini menunjukkan kuasa Yesus yang menyembuhkan secara fisik melalui sentuhan dan perintah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:8

Orang yang tadinya lumpuh itu melompat, berdiri, dan berjalan, lalu masuk ke Bait Allah bersama Petrus dan Yohanes sambil memuji Allah. Ini adalah respon alami atas mujizat yang dialaminya: sukacita dan pujian.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:9

Semua orang melihat orang yang tadinya lumpuh itu berjalan dan memuji Allah. Reaksi orang banyak menjadi saksi mata atas mujizat yang terjadi, dan hal itu memicu kekaguman serta rasa takjub.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 3:10

Orang-orang mengenali bahwa orang yang berjalan dan memuji Allah itu adalah pengemis yang biasa duduk di Gerbang Indah. Mereka dipenuhi takjub dan kagum atas apa yang terjadi padanya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Kisah Para Rasul 3 selengkapnya