TUHAN menyuruh Musa temui Firaun pagi-pagi di tepi air
Keluaran 8:20-32
Bencana Keempat: Lalat
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Apa yang sedang terjadi?
Allah kembali memerintahkan Musa menemui Firaun, kali ini pagi-pagi di tepi sungai — mungkin saat Firaun melakukan ritual pagi atau sekadar mandi. Pesan yang sama: biarkan umat-Ku pergi untuk melayani-Ku. Tulah keempat (lalat) akan datang jika Firaun menolak.
Di mana
Tepi Sungai Nil, Mesir
Di tepi sungai · pagi hari saat Firaun pergi ke air
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran — Tulah keempat dimulai
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara kepada Musa
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1446 SM
Arti tiap ayat
Penjelasan Keluaran 8:20-32 Ayat per Ayat
Keluaran 8:20
Tuhan kembali memerintahkan Musa untuk menghadap Firaun dengan peringatan yang sama: biarkan umat-Ku pergi untuk beribadah. Ini menunjukkan kesabaran Tuhan yang memberi banyak kesempatan untuk bertobat sebelum hukuman…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:21
Tuhan akan mendatangkan lalat pikat yang menyerang Firaun, pegawainya, dan rakyatnya, serta memenuhi rumah-rumah Mesir. Ini adalah tulah keempat yang menegaskan otoritas Allah atas seluruh alam.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:22
Tuhan membedakan tanah Gosyen, tempat umat Israel tinggal, dari tanah Mesir dengan tidak mengirim lalat ke sana. Ini menunjukkan bahwa Tuhan melindungi umat-Nya yang setia kepada-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:23
Tuhan menempatkan pemisah antara umat-Nya dan orang Mesir, menunjukkan bahwa ada konsekuensi dari ketaatan dan ketidaktaatan. Tanda ini akan terjadi agar Firaun tahu bahwa Tuhan adalah Allah di tengah negeri itu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:24
Tuhan mendatangkan banyak lalat yang memenuhi istana dan rumah orang Mesir, dan merusak negeri itu. Ini adalah bukti bahwa Tuhan sungguh-sungguh melaksanakan firman-Nya, dan hukuman-Nya nyata.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:25
Firaun menawarkan kompromi: orang Israel boleh mempersembahkan kurban kepada Tuhan, tetapi harus tetap di tanah Mesir. Ini menunjukkan usahanya untuk mengendalikan situasi dan tidak benar-benar melepaskan umat Israel.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:26
Musa menjelaskan bahwa mempersembahkan kurban di Mesir akan menjadi kekejian bagi orang Mesir, karena hewan yang mereka kurbankan mungkin dianggap suci oleh orang Mesir. Hal ini bisa memicu kemarahan mereka dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:27
Musa menegaskan bahwa mereka harus pergi sejauh tiga hari perjalanan ke padang gurun untuk mempersembahkan kurban. Ini menunjukkan bahwa ibadah yang benar membutuhkan pemisahan dari lingkungan yang tidak sesuai dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:28
Firaun mengizinkan mereka pergi, tetapi dengan syarat jangan terlalu jauh. Ini adalah kompromi yang berbahaya: setengah taat. Firaun juga meminta doa, menunjukkan bahwa ia tetap ingin keuntungan dari Musa, tetapi tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:29
Musa menyetujui untuk berdoa, tetapi mengingatkan Firaun agar tidak menipu lagi. Dia menegaskan bahwa lalat akan hilang besok, namun Firaun sudah beberapa kali ingkar janji. Ini menunjukkan pentingnya konsistensi dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:30
Musa meninggalkan Firaun dan berdoa kepada Tuhan. Ini menunjukkan tindakan iman: Musa berdoa sesuai janjinya, dan Tuhan menjawab doa itu. Doa adalah respons terhadap firman Tuhan dan kebutuhan umat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:31
Musa berdoa kepada TUHAN, dan TUHAN menjawab doanya dengan menyingkirkan lalat-lalat dari Firaun, para pejabat, dan rakyatnya. Ini menunjukkan kuasa doa yang didengar dan dijawab oleh Allah, sekaligus kesetiaan-Nya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 8:32
Firaun kembali mengeraskan hatinya setelah mendapat kelegaan, dan tidak membiarkan bangsa Israel pergi. Ini menunjukkan pola kegagalan manusia untuk tetap setia setelah mengalami pertolongan Tuhan, serta konsekuensi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →