Firman di Gunung Sinai

Imamat 25:1-7

Tahun Istirahat bagi Tanah

Latar belakang

Pesan dari Gunung Sinai

TUHAN berbicara kepada Musa di Gunung Sinai, memberikan peraturan tentang tanah dan kehidupan sosial. Ini adalah bagian dari hukum-hukum yang diberikan setelah perjanjian di Sinai.

Di mana

Gunung Sinai

Di kaki gunung, dalam kemah suci

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Kanaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Imamat

Tradisi Yahudi mengaitkan dengan Musa, namun kemungkinan disusun oleh imam-imam.

U

Kepada

Umat Israel

Umat pilihan Allah yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan.

Arti tiap ayat

Penjelasan Imamat 25:1-7 Ayat per Ayat

Imamat 25:1

Imamat 25:1 menceritakan bahwa Tuhan memberikan hukum-hukum tentang tahun Sabat dan Yobel kepada Musa di Gunung Sinai, menegaskan bahwa peraturan ini berasal dari Tuhan sendiri dan memiliki otoritas ilahi.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 25:2

Imamat 25:2 mengajarkan bahwa ketika umat Israel memasuki tanah Kanaan, mereka harus memberikan masa istirahat bagi tanah itu sebagai perayaan Sabat bagi Tuhan, menandakan bahwa tanah itu milik Tuhan dan mereka hanya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 25:3

Imamat 25:3 memerintahkan agar selama enam tahun umat Israel boleh menabur dan memanen, tetapi tahun ketujuh adalah tahun Sabat bagi tanah, yang menunjukkan pola kerja dan istirahat yang ditetapkan Tuhan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 25:4

Imamat 25:4 menjelaskan bahwa pada tahun ketujuh, tanah itu harus mendapat istirahat sebagai sabat bagi Tuhan, dan umat tidak boleh menabur atau memanen, sebagai pengakuan bahwa Tuhan adalah pemilik tanah dan sumber…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 25:5

Imamat 25:5 melarang memanen hasil yang tumbuh sendiri atau anggur dari pokok yang tidak dipangkas pada tahun Sabat, menekankan bahwa tanah itu benar-benar beristirahat dan hasilnya dibiarkan bagi orang lain, ternak,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 25:6

Imamat 25:6 menyatakan bahwa hasil tanah pada tahun Sabat boleh dimakan oleh tuan tanah, hamba, pekerja, dan orang asing, menunjukkan bahwa Tuhan menyediakan kebutuhan bagi semua orang, termasuk mereka yang tidak…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 25:7

Ayat ini memastikan bahwa pada tahun Sabat, hasil tanah yang tumbuh sendiri tidak boleh dipanen secara komersial, tetapi boleh dimakan oleh semua orang, termasuk ternak dan binatang liar. Ini menunjukkan kepedulian…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Imamat 25 selengkapnya