Hasil yang Tumbuh Sendiri

Imamat 25:5

Tahun Sabat dan Yobel

Jangan memanen segala sesuatu yang tumbuh sendiri setelah masa panenmu ataupun mengumpulkan buah anggur dari pohon anggur yang tidak dipangkas daunnya. Tanah itu harus diberikan masa istirahat selama tahun Sabat.

Imamat 25:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 25:5?

Imamat 25:5 melarang memanen hasil yang tumbuh sendiri atau anggur dari pokok yang tidak dipangkas pada tahun Sabat, menekankan bahwa tanah itu benar-benar beristirahat dan hasilnya dibiarkan bagi orang lain, ternak, dan alam.

Latar belakang

Panen Bebas

Pada tahun Sabat, hasil yang tumbuh sendiri tidak boleh dipanen secara komersial, tetapi boleh dimakan oleh siapa saja, termasuk hewan.

Di mana

Gunung Sinai

Di puncak gunung, saat bangsa Israel berkemah di bawah

Kapan

±1445 SM

Perjalanan ke Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberian hukum Taurat
Memasuki tanah Kanaan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, pemberi hukum dan pemilik tanah

M

Kepada

Musa

Pemimpin Israel, perantara perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בָּצַר

batsar · memetik

memetik buah, mengumpulkan hasil

סָפִיחַ

safi'ach · tumbuh sendiri

yang tumbuh tanpa ditanam, hasil liar

גֶּפֶן

gefen · anggur

pokok anggur, tanaman anggur

Kata 'safi'ach' menunjukkan hasil yang tidak diusahakan, mengajar umat untuk menerima berkat alami tanpa kerja keras, sebagai tanda penyediaan Allah.

Tahukah kamu

Anggur Liar

Larangan memetik buah dari pokok anggur yang tidak dipangkas menunjukkan bahwa tahun Sabat juga mengistirahatkan pekerjaan pemeliharaan kebun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 25:5

✕  Sering dikira

Hasil tahun Sabat hanya untuk orang miskin, tidak untuk tuan tanah.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini jelas mengatakan hasil itu untuk semua: tuan, hamba, dan orang asing.

✕  Sering dikira

Larangan memetik berarti tidak boleh menyentuh buah sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Larangan hanya untuk panen komersial, bukan untuk makan seperlunya.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 25:5

Tahun Sabat mengajarkan kemurahan hati dan kepedulian terhadap sesama serta alam. Kita dapat belajar untuk tidak serakah dan membiarkan sebagian hasil kita dinikmati oleh orang lain, terutama mereka yang membutuhkan.

Tuhan, buatlah kami menjadi pribadi yang murah hati dan tidak egois, agar kami dapat berbagi berkat-Mu dengan sesama. Amin.