Enam Tahun Bekerja

Imamat 25:3

Tahun Sabat dan Tahun Yobel

PerikopTahun Istirahat bagi Tanah · Imamat 25:1-7 →
“Selama enam tahun kamu harus menabur benih di ladangmu dan enam tahun juga kamu memanen kebun anggurmu serta mengumpulkan hasil panennya.”

Imamat 25:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 25:3?

Imamat 25:3 memerintahkan agar selama enam tahun umat Israel boleh menabur dan memanen, tetapi tahun ketujuh adalah tahun Sabat bagi tanah, yang menunjukkan pola kerja dan istirahat yang ditetapkan Tuhan.

Latar belakang

Siklus Kerja dan Istirahat

Musa menjelaskan bahwa selama enam tahun umat harus bekerja mengolah tanah, menabur, dan memanen. Namun, tahun ketujuh adalah tahun Sabat untuk memberi istirahat pada tanah.

Di mana

Gunung Sinai

Di perkemahan, di hadapan seluruh umat

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Nabi dan pemimpin Israel, ~80 tahun, setia menyampaikan firman.

U

Kepada

Umat Israel

Orang-orang yang akan menetap di Kanaan, sebagian besar petani dan peternak.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שש

shesh · enam

Enam, angka yang melambangkan kerja manusia.

שנה

shanah · tahun

Tahun, periode waktu.

זרע

zara' · menabur

Menabur benih, menanam.

Kombinasi 'enam tahun' dan 'menabur' menunjukkan bahwa bekerja keras adalah bagian dari rencana Allah, tetapi tidak boleh menjadi siklus tanpa henti.

Tahukah kamu

Siklus Tujuh

Angka tujuh sering muncul dalam Alkitab sebagai angka kesempurnaan dan perhentian, seperti tujuh hari penciptaan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 25:3

✕  Sering dikira

Menganggap bekerja selama enam tahun adalah hukuman.

✓  Yang sebenarnya

Bekerja adalah berkat dan bagian dari mandat Allah.

✕  Sering dikira

Mengira perintah ini hanya untuk petani, bukan untuk semua orang.

✓  Yang sebenarnya

Meskipun berfokus pada pertanian, prinsip istirahat berlaku untuk semua aspek kehidupan.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 25:3

Tuhan menetapkan ritme kerja dan istirahat untuk keseimbangan hidup. Kita perlu belajar untuk bekerja keras selama waktu yang ditentukan dan juga memberi tubuh serta jiwa kita istirahat yang cukup, sebagai bentuk ketaatan dan kepercayaan pada Tuhan.

Ya Tuhan, berikan kami hikmat untuk mengatur waktu kami, agar kami dapat bekerja dengan tekun dan beristirahat dengan tenang di dalam-Mu. Amin.