1 Samuel 6:7
“Karena itu, ambil dan siapkanlah kereta baru dan dua ekor sapi yang menyusui, yang belum pernah dipasangi kuk. Ikatkanlah sapi-sapi itu pada kereta dan bawalah anak-anaknya kembali ke rumah.”1 Samuel 6:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Oleh sebab itu ambillah dan siapkanlah sebuah kereta baru dengan dua ekor lembu yang menyusui, yang belum pernah kena kuk, pasanglah kedua lembu itu pada kereta, tetapi bawalah anak-anaknya kembali ke rumah, supaya jangan mengikutinya lagi.”1 Samuel 6:7 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab itu, siapkanlah sebuah pedati yang baru dengan dua ekor sapi yang sedang menyusui, dan yang belum pernah dipakai untuk menarik pedati. Pasanglah kedua sapi itu pada pedati, dan giringlah anak-anak sapi itu kembali ke dalam kandang.”1 Samuel 6:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Maka kami usulkan, buatlah sebuah kereta baru yang akan ditarik oleh dua ekor induk sapi yang baru melahirkan dan belum pernah digunakan untuk membajak. Ikatlah kedua ekor sapi itu pada bagian depan kereta, tetapi anak-anaknya dikembalikan ke kandang mereka.”1 Samuel 6:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now therefore make a new cart, and take two milch kine, on which there hath come no yoke, and tie the kine to the cart, and bring their calves home from them:”1 Samuel 6:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 6:7?
Orang Filistin diperintahkan untuk membuat kereta baru dan menggunakan dua sapi perah yang belum pernah dipasang kuk, sebagai uji untuk mengetahui apakah tulah itu berasal dari Allah Israel atau kebetulan. Anak sapi harus dipisahkan untuk memastikan sapi-sapi itu tidak akan kembali ke kandangnya secara naluriah, melainkan mengikuti arah yang ditentukan Allah.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 6:7
Kadang kita perlu mengambil langkah iman yang tidak biasa untuk menguji dan mengakui campur tangan Tuhan dalam hidup kita. Seperti sapi-sapi yang belum pernah dipasang kuk, kita dipanggil untuk taat pada pimpinan-Nya meskipun tidak masuk akal.
Tuhan, berilah aku keberanian untuk taat pada pimpinan-Mu, meskipun jalannya tidak biasa, dan percaya bahwa Engkau yang mengendalikan segalanya. Amin.