1 Samuel 6:4
“Orang Filistin berkata, “Apakah kurban penebus salah yang harus dibayar?” Mereka menjawab, “Sesuai jumlah raja-raja kota orang Filistin, lima patung borok emas dan lima patung tikus emas, sebab tulah yang sama menimpa kamu semua dan raja-raja kotamu.”1 Samuel 6:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu bertanyalah mereka: "Apakah tebusan salah yang harus kami bayar kepada-Nya?" Jawab mereka: "Menurut jumlah raja-raja kota orang Filistin, lima borok emas dan lima tikus emas, sebab tulah yang sama menimpa kamu sekalian dan raja-raja kotamu.”1 Samuel 6:4 · TB
Terjemahan Baru
“"Tebusan apa yang harus kita berikan kepada-Nya?" tanya orang-orang itu. Jawab para imam itu, "Lima benjolan emas dan lima tikus emas, sesuai dengan jumlah raja-raja Filistin. Bukankah bencana berupa benjol-benjol dan tikus juga yang telah menimpa kamu semua, baik rakyat maupun raja?”1 Samuel 6:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu raja-raja itu bertanya, “Apakah persembahan penebusan kesalahan yang harus kami kirimkan kepada dewa Israel?” Jawab para imam dan tukang ramal itu, “Karena kalian adalah lima raja, berikan lima batang emas yang bentuknya seperti benjolan yang muncul di tubuh kita, dan lima batang emas berbentuk tikus, sama seperti tulah yang sudah menyerang kita dan kelima daerah yang dikuasai oleh kalian.”1 Samuel 6:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said they, What shall be the trespass offering which we shall return to him? They answered, Five golden emerods, and five golden mice, according to the number of the lords of the Philistines: for one plague was on you all, and on your lords.”1 Samuel 6:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 6:4?
Orang Filistin bertanya berapa banyak kurban yang harus dibayar, dan para imam menjawab: lima patung borok emas dan lima patung tikus emas, sesuai jumlah kota dan raja Filistin, karena tulah yang sama menimpa mereka semua.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 6:4
Allah memperhatikan setiap detail kehidupan kita, termasuk jumlah masalah yang kita hadapi. Kita bisa belajar untuk membawa setiap pergumulan kepada-Nya, karena Dia peduli pada hal-hal yang spesifik.
Bapa, aku percaya Engkau tahu setiap pergumulanku, tolong aku untuk menyerahkan semuanya pada-Mu tanpa rasa takut. Amin.