Api kemarahan yang membakar

Yesaya 9:19

Terang di Tengah Kegelapan

(9-18) Oleh murka TUHAN semesta alam, negeri itu dihanguskan dan penduduknya menjadi seperti bahan bakar untuk api, tidak seorang pun menyayangkan saudaranya.

Yesaya 9:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 9:19?

Ayat ini menggambarkan kehancuran akibat kejahatan: bangsa Israel saling menyerang dan memakan satu sama lain secara harfiah, sebagai akibat dari murka Tuhan. Ini menunjukkan bahwa dosa yang dibiarkan akan menghancurkan dari dalam, membuat orang saling menyakiti dan tidak merasa puas.

Latar belakang

Lapar karena dosa

Yesaya menggambarkan murka TUHAN yang membakar Israel seperti api. Rakyat merampas ke kanan dan kiri tetapi tetap lapar, menggambarkan keserakahan dan kekacauan sosial akibat kejahatan.

Di mana

Yerusalem

Lingkungan istana, saat bernubuat

Kapan

~735 SM

Periode raja-raja

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perang Aram-Efraim
Jatuhnya Samaria
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740-680 SM

B

Kepada

Bangsa Israel

Kerajaan utara, pusatnya Samaria

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּזַז

gazaz · merampas

Memotong atau mengambil dengan paksa, seperti merampas jarahan.

רָעָב

ra'av · kelaparan

Kondisi fisik sangat lapar karena kekurangan makanan.

אָכַל

akhal · melahap

Memakan, menghabiskan, atau membinasakan.

Ketiganya menunjukkan kehancuran total: meski merampas, mereka tetap lapar—dosa membawa kelaparan rohani yang tidak bisa dipuaskan oleh usaha manusia.

Tahukah kamu

Api tanpa reda

Frasa 'tangan-Nya masih terangkat' berarti murka Allah belum berakhir; ini juga muncul di ayat 12, 17, dan 21, menekankan penghukuman berkelanjutan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 9:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 9:19

✕  Sering dikira

Dianggap hanya kiasan, bukan penghukuman nyata yang mengerikan.

✓  Yang sebenarnya

Ini gambaran nyata penderitaan akibat perang dan kekacauan yang terjadi di Israel.

✕  Sering dikira

Menyalahkan korban tanpa melihat dosa bangsa sebagai penyebabnya.

✓  Yang sebenarnya

Nabi menekankan bahwa dosa dan keserakahan merekalah yang membawa bencana ini.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 9:19

Ketika kita hidup dalam dosa, kita bisa menjadi egois dan saling menyakiti, bahkan dengan orang terdekat. Mari periksa hubungan kita: apakah ada amarah atau iri hati yang membuat kita 'melahap' sesama? Beranilah mengaku dan berdamai sebelum semuanya hancur.

Tuhan, jauhkanlah aku dari keegoisan yang melukai sesamaku; ubahlah hatiku menjadi saluran berkat-Mu. Amin.