Manasye Melahap Efraim

Yesaya 9:18

Murka dan Pengharapan

(9-17) Kejahatan itu membakar seperti sebuah api, yang memakan habis onak dan belukar berduri, bahkan membakar semak di hutan dan membesar naik dalam gumpalan asap.

Yesaya 9:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 9:18?

Murka Tuhan membuat negeri hangus dan penduduknya seperti bahan bakar api. Mereka saling menyakiti, tidak ada belas kasihan—bahkan saudara sendiri pun disakiti.

Latar belakang

Perang Saudara yang Mengerikan

Akibat murka Tuhan, negeri itu hangus dan penduduknya menjadi seperti bahan bakar. Mereka merampas ke kanan dan kiri tetapi tetap lapar, bahkan saling memakan daging satu sama lain. Suku Manasye dan Efraim saling menyerang, dan bersama-sama mereka melawan Yehuda, tetapi murka Tuhan belum reda.

Di mana

Yerusalem

Menggambarkan situasi sosial yang kacau

Kapan

~735 SM

Zaman Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perang Saudara Israel
Jatuhnya Samaria
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar di Yehuda, berani menyuarakan firman Tuhan

B

Kepada

Bangsa Israel

Kerajaan Utara yang sedang jatuh ke dalam kehancuran

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּזַר

gazar · merampas

memotong atau mengambil dengan paksa

אָכַל

akal · melahap

memakan, menghabiskan, juga berarti menghancurkan

בָּשָׂר

basar · lengan

daging, sering dipakai untuk tubuh manusia atau hewan

Kata 'gazar' menunjukkan pemaksaan, 'akal' menggambarkan tindakan yang melampaui batas manusiawi, dan 'basar' menekankan kemanusiaan. Ini melukiskan kehancuran di mana orang memperlakukan sesamanya sebagai benda untuk dimakan.

Tahukah kamu

Kannibalisme sebagai Metafora

Meskipun mungkin pernah terjadi dalam pengepungan ekstrem, di sini 'memakan' adalah metafora untuk saling menghancurkan dan mengeksploitasi dalam konflik sipil.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 9:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 9:18

✕  Sering dikira

Mengira ini kanibalisme harfiah yang akan terjadi, padahal ini hiperbola untuk konflik yang menghancurkan.

✓  Yang sebenarnya

Ini bahasa kiasan yang menggambarkan kehancuran sosial dan moral yang parah, bukan ajakan atau nubuat literal tentang memakan manusia.

✕  Sering dikira

Mengira Tuhan menyukai kehancuran ini, padahal ini adalah konsekuensi dari dosa yang terus-menerus.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan murka, tetapi murka-Nya adalah respons terhadap kejahatan yang sudah merajalela, bukan keinginan untuk menghancurkan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 9:18

Akibat dosa adalah perpecahan dan kehancuran hubungan. Mari hindari egois yang memicu konflik dan belajarlah mengasihi serta mengampuni sesama.

Tuhan, tolong aku untuk tidak menjadi sumber perpecahan, dan beri aku kasih untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Amin.