Jangan Murka Terlalu Lama

Yesaya 64:9

Permohonan agar Tidak Murka

Janganlah murka sedemikian hebat, Ya TUHAN, dan janganlah mengingat-ingat kesalahan selamanya. Sesungguhnya, lihatlah kami! Kami semua adalah umat-Mu.

Yesaya 64:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 64:9?

Ayat ini adalah permohonan agar Allah tidak murka terlalu hebat dan tidak mengingat dosa selamanya, karena mereka adalah umat-Nya. Ini menunjukkan kerendahan hati dan pengakuan bahwa mereka milik Allah.

Latar belakang

Saat Merendahkan Diri di Hadapan Murka

Yesaya memohon agar murka Tuhan tidak berlarut-larut dan dosa tidak diingat terus. Mereka mengaku sebagai umat Tuhan, memohon belas kasihan dan pemulihan.

Di mana

Yerusalem

Dikaitkan dengan masa pelayanan Yesaya

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengakuan sebagai umat
Kembalinya kemuliaan Sion
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar, abad ke-8 SM

T

Kepada

Tuhan

Allah Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָצַף

qatsaf · murka

Berang, marah (sering digunakan untuk murka Allah).

זָכַר

zakar · mengingat-ingat

Mengingat, memperhatikan (di sini: mengingat kesalahan).

עַם

am · umat

Bangsa, umat, orang-orang yang memiliki hubungan perjanjian.

Permohonan ini menggabungkan pengakuan murka Allah dan harapan akan belas kasihan karena status sebagai umat perjanjian.

Tahukah kamu

Kata 'umat' di sini

Istilah Ibrani 'am' menunjukkan ikatan perjanjian, bukan sekadar penduduk.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 64:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 64:9

✕  Sering dikira

Berarti Tuhan bisa dimanipulasi dengan doa.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah doa yang lahir dari hubungan, bukan usaha memaksa Tuhan.

✕  Sering dikira

Murka Tuhan tidak adil.

✓  Yang sebenarnya

Murka adalah respons yang benar terhadap dosa, tetapi doa ini menunjukkan harapan akan kasih setia-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 64:9

Ketika kita gagal, ingatlah bahwa kita tetap umat-Nya. Beranilah memohon belas kasihan, karena Allah adalah Bapa yang penuh pengampunan. Jangan biarkan rasa bersalah menjauhkan kita dari kasih-Nya.

Tuhan, janganlah murka kepadaku selamanya, tetapi ingatlah bahwa aku adalah anak-Mu; ampunilah aku. Amin.