Perjanjian Kekal bagi yang Setia

Yesaya 61:8

Tuhan Mencintai Keadilan

Sebab Aku, TUHAN, mencintai keadilan, Aku membenci perampokan dan ketidakadilan. Aku akan dengan kesetiaan memberi mereka upah, dan Aku akan membuat perjanjian yang kekal dengan mereka.

Yesaya 61:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 61:8?

Ayat ini menegaskan bahwa Allah mencintai keadilan dan membenci ketidakadilan. Dia setia memberikan upah dan membuat perjanjian kekal dengan umat-Nya. Ini menunjukkan karakter Allah yang adil dan setia, serta komitmen-Nya untuk memberkati mereka yang hidup benar.

Latar belakang

Tuhan yang Mencintai Keadilan

Tuhan menyatakan diri-Nya mencintai keadilan dan membenci ketidakadilan. Ia berjanji memberi upah dengan setia dan membuat perjanjian kekal dengan umat-Nya.

Di mana

Yerusalem

Nubuat yang disampaikan secara lisan, mungkin di bait Allah.

Kapan

~700 SM

Perjanjian Lama

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel
Perjanjian Baru
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, yang berfirman melalui nabi Yesaya.

U

Kepada

Umat Israel

Orang-orang yang menerima janji pemulihan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מִשְׁפָּט

mishpat · keadilan

keputusan yang benar, keadilan hukum

אֱמוּנָה

emunah · kesetiaan

kesetiaan, keteguhan, dapat dipercaya

בְּרִית

berit · perjanjian

perjanjian, ikatan perjanjian

Ketiga kata ini (mishpat, emunah, berit) menekankan bahwa Tuhan tidak hanya adil, tetapi juga setia pada perjanjian-Nya. Keadilan-Nya bukan semata-mata hukuman, melainkan jalan menuju pemulihan.

Tahukah kamu

Perjanjian Kekal

Konsep 'perjanjian kekal' (berit olam) tidak hanya muncul di Yesaya, tetapi juga dalam Yeremia dan Yehezkiel, menekankan komitmen Tuhan yang tidak pernah berubah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 61:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 61:8

✕  Sering dikira

Mengira 'membenci perampokan' hanya berbicara tentang dosa ekonomi.

✓  Yang sebenarnya

Ini mencakup segala bentuk ketidakadilan, termasuk spiritual dan sosial.

✕  Sering dikira

Menganggap upah yang dijanjikan hanya untuk akhirat.

✓  Yang sebenarnya

Upah di sini juga berbicara tentang pemulihan di bumi, meski konteksnya bisa meluas.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 61:8

Allah adalah hakim yang adil; Dia tidak akan membiarkan ketidakadilan menang. Dalam hidup sehari-hari, kita dipanggil untuk mencintai keadilan dan membenci ketidakadilan, serta percaya bahwa Allah akan membereskan segala sesuatu pada waktu-Nya.

Bapa, tanamkan dalam hatiku kecintaan pada keadilan dan kekuatan untuk bertindak adil, amin.