Meraba-raba dalam Gelap
Yesaya 59:10
Ketika Dosa Memisahkan Kita dari Allah
“Kami meraba-raba tembok seperti orang buta, kami meraba-raba seperti mereka yang tidak mempunyai mata. Kami tersandung pada siang hari seperti pada senja hari. Di antara orang-orang kuat, kami seperti orang mati.”Yesaya 59:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kami meraba-raba dinding seperti orang buta, dan meraba-raba seolah- olah tidak punya mata; kami tersandung di waktu tengah hari seperti di waktu senja, duduk di tempat gelap seperti orang mati. Yesaya 59.11–15 223”Yesaya 59:10 · TB
Terjemahan Baru
“Kami meraba-raba seperti orang buta; di tengah hari kami tersandung seperti di tengah malam; di tengah orang hidup kami seperti orang mati.”Yesaya 59:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“We grope for the wall like the blind, and we grope as if we had no eyes: we stumble at noon day as in the night; we are in desolate places as dead men.”Yesaya 59:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 59:10?
Gambaran ini menunjukkan kondisi umat yang putus asa dan tidak berdaya, seperti orang buta yang meraba-raba di tengah kegelapan. Mereka tersandung bahkan di siang hari dan merasa seperti mati di antara orang kuat, karena kehilangan arah dan harapan.
Latar belakang
Kegelapan yang Disadari
Yesaya, mewakili umat, mengakui bahwa karena dosa mereka, keadilan dan keselamatan tidak kunjung datang. Mereka seperti orang buta yang meraba-raba tembok, tidak mampu menemukan jalan keluar.
Di mana
Yerusalem
Konteks puisi nubuat, di tengah suasana penindasan dan ketidakadilan
Kapan
~700 SM
Periode kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi abad ke-8 SM, penuh gairah, suara bagi umat yang terpuruk.
Kepada
Umat Israel
Bangsa yang hidup dalam dosa dan kekacauan sosial, menanti keadilan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּשַׁשׁ
gashash · meraba-raba
meraba-raba seperti orang buta mencari jalan
כָּשַׁל
kashal · tersandung
terjatuh atau goyah, sering karena hambatan
אַבִּיר
abbir · orang kuat
orang yang kuat atau berkuasa
Ketiga kata ini menggambarkan kondisi manusia tanpa Allah: kita meraba-raba tanpa arah, tersandung bahkan di siang hari, dan merasa tak berdaya di hadapan kekuatan dunia.
Tahukah kamu
Buta Bukan Hanya Fisik
Dalam budaya Israel kuno, kebutaan sering menjadi metafora untuk kebodohan spiritual dan ketidakmampuan memahami kehendak Allah, bukan hanya kondisi fisik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 59:10
Ayub 5:14
Gelap di siang hari
“Pada siang hari mereka bertemu dengan kegelapan, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada malam hari.”
Ulangan 28:29
Hukuman akibat dosa
“Engkau akan meraba-raba pada waktu siang, seperti orang buta meraba-raba dalam kegelapan.”
Roma 3:12
Kemanusiaan yang jatuh
“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 59:10
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang kebutaan fisik atau kesusahan hidup biasa.
✓ Yang sebenarnya
Ini metafora rohani: dosa membutakan mata hati sehingga tak mampu melihat jalan Allah.
✕ Sering dikira
Meraba-raba berarti Allah meninggalkan umat sepenuhnya.
✓ Yang sebenarnya
Allah tetap hadir; kegelapan adalah akibat dosa, bukan kehadiran-Nya yang hilang.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 59:10
Saat hidup terasa gelap dan tak berarah, jangan andalkan kekuatan sendiri. Akulah Tuhan yang sanggup menuntun langkah kita; berserulah kepada-Nya dan berpegang pada firman-Nya.
Tuhan, peganglah tangan kami dan pimpinlah kami keluar dari kegelapan menuju terang-Mu, agar kami tidak tersandung. Amin.