Murka meluap, kebaikan kekal

Yesaya 54:8

Perjanjian perdamaian yang teguh

PerikopAllah Memulangkan Umat-Nya · Yesaya 54:1-17 →
“Dalam murka yang meluap, Aku menyembunyikan wajah-Ku darimu untuk sesaat. Akan tetapi, dengan kebaikan yang kekal Aku akan berbelas kasihan kepadamu.” kata TUHAN, Penebusmu.”

Yesaya 54:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 54:8?

Murka Tuhan terhadap umat-Nya hanya sesaat, tetapi kebaikan dan belas kasihan-Nya kekal. Dia adalah Penebus yang tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam murka-Nya.

Latar belakang

Dari murka kepada belas kasihan

Ayat ini memperkuat ayat 7: murka Tuhan itu sesaat dan tersembunyi, tetapi kebaikan-Nya kekal dan belas kasihan-Nya pasti datang. Ini adalah jaminan bahwa pemulihan akan terjadi.

Di mana

Yerusalem

Dalam penglihatan nubuat

Kapan

~700 SM

Periode nabi Yesaya

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Murka sesaat
Kebaikan kekal
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel, Penebus dan Penyayang

S

Kepada

Sion

Kota Yerusalem yang sedang malu dan bersedih

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קֶצֶף

qetsef · murka

kemarahan yang meledak, biasanya karena pelanggaran

סָתַר

satar · menyembunyikan

menyembunyikan, menutupi

חֶסֶד

chesed · kebaikan

kasih setia yang berdasarkan perjanjian

Kemarahan (qetsef) itu singkat, tetapi kebaikan (chesed) itu kekal; Tuhan tidak menahan kasih setia-Nya selamanya.

Tahukah kamu

Wajah tersembunyi

Frasa 'menyembunyikan wajah' dalam bahasa Ibrani berarti menahan kehadiran dan perlindungan, tetapi ini bukan penolakan permanen, melainkan teguran yang mendidik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 54:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 54:8

✕  Sering dikira

Mengira bahwa Tuhan pernah benar-benar membuang umat-Nya.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan menyembunyikan wajah-Nya untuk sementara, tetapi bukan pembuangan permanen.

✕  Sering dikira

Mengira bahwa belas kasihan Tuhan adalah upah atas perbuatan baik

✓  Yang sebenarnya

Belas kasihan adalah anugerah berdasarkan kebaikan-Nya, bukan berdasarkan kelayakan kita.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 54:8

Ketika kamu mengalami konsekuensi dari kesalahanmu, ingatlah bahwa kemarahan Tuhan tidak bertahan selamanya. Kasih-Nya selalu lebih besar dari hukuman yang kita terima. Dia ingin memulihkan, bukan menghukum.

Ya Tuhan, terima kasih karena murka-Mu singkat, tetapi kasih-Mu kekal. Ajari aku menerima belas kasihan-Mu dengan hati yang rendah hati. Amin.