Tantangan kepada Yerusalem
Yesaya 5:3
Kasih yang Terkhianati
PerikopNyanyian tentang Kebun Anggur · Yesaya 5:1-7 →“Dan sekarang, “Oh penghuni Yerusalem dan orang-orang Yehuda, hakimilah aku dan kebun anggurku.”Yesaya 5:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.”Yesaya 5:3 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi sekarang sahabat-Ku berkata, "Kamu semua, penduduk Yerusalem dan Yehuda, adililah antara kebun anggur-Ku dan Aku.”Yesaya 5:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And now, O inhabitants of Jerusalem, and men of Judah, judge, I pray you, betwixt me and my vineyard.”Yesaya 5:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 5:3?
Allah, melalui nabi, memanggil penduduk Yerusalem dan Yehuda untuk menjadi hakim antara Dia dan kebun anggur-Nya. Ini adalah undangan untuk melihat sendiri ketidakadilan yang terjadi: Allah telah berbuat segalanya, tetapi umat tidak memberi respons yang benar.
Latar belakang
Undangan untuk Menilai
Setelah menguraikan kasus kebun anggur, sang kekasih (Allah) melalui si penyanyi (Yesaya) memanggil penduduk Yerusalem dan Yehuda untuk menjadi hakim antara Dia dan kebun-Nya. Ini adalah retorika hukum yang mengundang mereka untuk mengakui kebenaran Allah dan kesalahan Israel.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran bait, siang hari
Kapan
~735 SM
Zaman Kerajaan (Pembagian)
Yang berbicara
Yesaya
Nabi Yehuda, ~740 SM, penuh semangat
Kepada
Penghuni Yerusalem
Penduduk kota Yerusalem secara umum
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁפַט
shafat · hakimilah
menghakimi, memutuskan, menjadi hakim atau penengah
יָשַׁב
yashav · penghuni
duduk, tinggal, diam, merujuk pada penduduk setempat
כַּרְמִי
karmi · kebun anggurku
kebun anggur milikku, menunjukkan kepemilikan sang kekasih
Kata 'shafat' (menghakimi) menunjukkan bahwa Allah tidak takut untuk diadili; Dia transparan. 'Yashav' (diam) menekankan orang yang tinggal tetap di kota, dan 'karmi' (kebunku) menunjukkan kasih sayang yang personal.
Tahukah kamu
Bahasa Hukum
Frasa 'hakimilah' menggunakan bentuk imperatif dari kata 'syafat', yang sering dipakai dalam konteks hukum. Ini menunjukkan bahwa Allah mengajukan kasus-Nya secara legal, mengundang penilaian yang adil.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 5:3
Mikha 6:2
Pengaduan Allah
“Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai perkara dengan umat-Nya,”
Roma 3:4
Allah menang dalam penghakiman
“Sekali-kali tidak! Sebaliknya, Allah itu benar, dan setiap manusia adalah pendusta, seperti ada tertulis: 'Supaya Engkau ternyata benar dalam perkataan-Mu, dan menang apabila Engkau dihakimi.'”
Yesaya 1:18
Undangan berperkara
“Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 5:3
✕ Sering dikira
Mengira bahwa Allah sedang mencari pembelaan diri, padahal Dia sedang membuka kasus untuk menunjukkan kasih-Nya.
✓ Yang sebenarnya
Allah bukan sedang membela diri, tetapi ingin menunjukkan keadilan dan kebenaran-Nya.
✕ Sering dikira
Mengira bahwa penghakiman ini hanya untuk orang-orang tertentu, padahal ditujukan kepada seluruh penduduk Yerusalem dan Yehuda.
✓ Yang sebenarnya
Semua penduduk menjadi saksi dan hakim, menunjukkan bahwa Allah mengundang semua orang untuk melihat kebenaran.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 5:3
Tuhan mengundang kita untuk jujur menilai hubungan kita dengan-Nya. Apakah kita sudah memberi respons yang benar atas semua kebaikan-Nya? Mari kita ambil waktu untuk introspeksi.
Ya Allah, ajarlah aku untuk melihat diriku sendiri seperti Engkau melihatku. Amin.