Perawatan Sia-sia
Yesaya 5:2
Kasih yang Terkhianati
PerikopNyanyian tentang Kebun Anggur · Yesaya 5:1-7 →“Dia mendangir dan membersihkannya dari batu-batu; menanaminya dengan pohon anggur pilihan. Dia membangun menara pengawas di tengah-tengahnya dan juga tempat pemerasan anggur di dalamnya. Lalu, dia berharap kebunnya menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi kebun itu menghasilkan buah anggur yang asam.”Yesaya 5:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah- tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.”Yesaya 5:2 · TB
Terjemahan Baru
“Ia mencangkul tanahnya dan membuang batu-batunya. Ditanamnya anggur pilihan dibangunnya menara penjagaan. Digalinya sebuah lubang tempat memeras anggurnya, lalu ia menunggu buahnya matang, tapi hasilnya buah anggur yang asam.”Yesaya 5:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And he fenced it, and gathered out the stones thereof, and planted it with the choicest vine, and built a tower in the midst of it, and also made a winepress therein: and he looked that it should bring forth grapes, and it brought forth wild grapes.”Yesaya 5:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 5:2?
Ayat ini menjelaskan betapa telitinya pemilik kebun: mendangir, membersihkan batu, menanam pohon anggur pilihan, membangun menara pengawas, dan tempat pemerasan. Namun, harapannya untuk menghasilkan buah anggur baik tidak terwujud; justru menghasilkan buah asam.
Latar belakang
Harapan yang Pupus
Kekasih itu melakukan segala sesuatu untuk kebunnya: menggali, membuang batu, menanam pohon anggur pilihan, membangun menara dan tempat pemerasan. Tetapi hasilnya mengecewakan, buah anggur yang asam. Ini menggambarkan bagaimana Israel gagal menghasilkan buah kebenaran meskipun Allah telah mencurahkan kasih-Nya.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran bait, siang hari
Kapan
~735 SM
Zaman Kerajaan (Pembagian)
Yang berbicara
Yesaya
Nabi Yehuda, ~740 SM, penuh semangat
Kepada
Umat Israel
Pendengar asli, mungkin di Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָדַר
adar · mendangir
menggali atau mencangkul tanah untuk mempersiapkan penanaman
שֹׂרֵק
soreq · pilihan
sejenis anggur pilihan, yang terbaik, dari wilayah tertentu
בְּאֻשִׁים
be'ushim · asam
buah yang busuk atau asam, tidak layak untuk anggur
Kata-kata ini (adar, soreq, be'ushim) menunjukkan bahwa Allah memberikan yang terbaik (soreq) dan merawat dengan intensif (adar), tetapi hasilnya justru be'ushim, yang kontras sekali. Ini menegaskan kekecewaan yang mendalam.
Tahukah kamu
Anggur Asam?
Kata Ibrani untuk 'anggur asam' (be'ushim) bisa merujuk pada buah yang busuk atau tidak berguna, bukan sekadar anggur yang belum matang. Ini menunjukkan penolakan total, bukan sekadar kekecewaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 5:2
Ulangan 32:32
Anggur busuk
“Sebab pohon anggur mereka dari pohon anggur Sodom, dari kebun-kebun Gomora; buah anggur mereka adalah anggur beracun,”
Mazmur 80:12
Pengrusakan kebun
“Mengapa Engkau melanda temboknya sehingga semua orang yang lewat memetik buahnya?”
Hosea 10:1
Anggur yang subur
“Israel adalah pohon anggur yang riap, yang menghasilkan buah baginya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 5:2
✕ Sering dikira
Mengira ini hanya cerita tentang bertani, tetapi ini adalah kiasan untuk hubungan Allah-Israel.
✓ Yang sebenarnya
Ayat 7 menjelaskan bahwa kebun anggur itu adalah Israel, dan Allah adalah pemiliknya.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa buah asam itu karena Allah gagal mengurus kebunnya, padahal itu karena Israel tidak merespons dengan benar.
✓ Yang sebenarnya
Allah sudah melakukan segalanya, tetapi Israel yang menghasilkan kejahatan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 5:2
Tuhan telah memberikan kita segala sesuatu yang kita perlukan untuk berbuah baik. Namun, seringkali kita menghasilkan buah yang asam—tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Mari kita periksa buah apa yang sedang kita hasilkan dalam hidup kita.
Tuhan, mampukan aku menghasilkan buah yang baik bagi-Mu, bukan buah yang asam. Amin.