Murka atas Umat, Tangan Babel
Yesaya 47:6
Babel Disalahkan karena Tanpa Belas Kasihan
PerikopNubuat tentang Babel · Yesaya 47:1-15 →“Aku murka terhadap umat-Ku. Aku menajiskan milik pusaka-Ku dan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu. Kamu tidak menunjukkan belas kasihan kepada mereka, Bahkan, kamu meletakkan kuk yang sangat berat ke atas mereka yang tua.”Yesaya 47:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku tadinya murka terhadap umat-Ku, menajiskan milik pusaka-Ku, dan menyerahkannya ke dalam tanganmu; dan engkau tidak menaruh belas kasihan kepada mereka, bahkan sangat memberatkan kukmu kepada orang yang tua.”Yesaya 47:6 · TB
Terjemahan Baru
“Dahulu Aku marah kepada umat-Ku, mereka tidak lagi Kuanggap milik-Ku. Lalu mereka Kuserahkan kepadamu, dan engkau tidak mengasihani mereka, bahkan yang tua-tua kautindas dengan kejam.”Yesaya 47:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I was wroth with my people, I have polluted mine inheritance, and given them into thine hand: thou didst shew them no mercy; upon the ancient hast thou very heavily laid thy yoke.”Yesaya 47:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 47:6?
Tuhan murka terhadap umat-Nya dan menyerahkan mereka ke tangan Babel, tetapi Babel bertindak kejam tanpa belas kasihan, bahkan kepada orang tua. Ini menunjukkan bahwa meskipun Tuhan memakai Babel sebagai alat hukuman, kekejaman mereka tetap salah.
Latar belakang
Kenapa Babel Dihukum?
Tuhan menjelaskan bahwa murka-Nya terhadap umat-Nya membuat Ia menyerahkan mereka ke tangan Babel. Namun Babel tidak menunjukkan belas kasihan, bahkan memberlakukan kuk yang sangat berat kepada orang tua. Karena kekejaman ini, Babel pun akan dihukum.
Di mana
Babel (nubuatan tentang kejatuhannya)
Dalam konteks penyerahan Israel kepada Babel sebagai hukuman
Kapan
~700 SM (nubuatan), ~586 SM (penyerahan Yehuda)
Periode pra-pembuangan, nubuatan tentang pembuangan
Yang berbicara
Tuhan (melalui Yesaya)
Allah Israel yang berbicara langsung tentang maksud dan murka-Nya
Kepada
Putri Babel / Bangsa Babel
Instrumen murka Tuhan, tapi berlaku kejam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָצַף
qatzaf · murka
Amarah yang besar, bisa berarti kemarahan yang meluap.
חָלַל
chalal · menajiskan
Membuat profan, melanggar kekudusan, mencemari.
עֹל
ol · kuk
Kuk kayu yang dipasang pada leher hewan, metafora penindasan.
Tuhan memakai Babel sebagai alat murka-Nya, tetapi Babel yang sombong bahkan melampaui batas dengan kekejaman. Ironisnya, Babel membuat kuk yang berat, menunjukkan keserakahan dan kekejaman yang akan menyebabkan kehancurannya sendiri.
Tahukah kamu
Arti 'Milik Pusaka'
Istilah 'milik pusaka' (nachalah) merujuk pada tanah dan umat yang diberikan Tuhan kepada Israel sebagai warisan. Tuhan menganggap mereka sebagai kepunyaan-Nya yang kudus, bukan sembarang bangsa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 47:6
Zakharia 1:15
Murka atas bangsa asing
“tetapi Aku sangat murka terhadap bangsa-bangsa yang merasa aman; sebab Aku murka sedikit, tetapi mereka menambah kejahatan”
Ulangan 28:49-50
Kuk berat tanpa belas kasihan
“TUHAN akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, ... suatu bangsa yang garang mukanya, yang tidak menghormati orang tua”
Yesaya 10:5-7
Alat murka jadi sombong
“Celakalah Asyur, yang menjadi tongkat amarah-Ku, ... tetapi ia berniat memusnahkan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 47:6
✕ Sering dikira
Menganggap Tuhan jahat atau tidak adil karena murka pada umat-Nya.
✓ Yang sebenarnya
Murka Tuhan adalah keadilan terhadap dosa, tetapi tetap terarah dan terbatas; Ia pun menghukum alat yang digunakan secara kejam.
✕ Sering dikira
Mengira Babel hanya korban keadaan, tidak bersalah atas kekejaman.
✓ Yang sebenarnya
Babel secara sukarela menindas tanpa belas kasihan, sehingga bertanggung jawab atas perbuatannya.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 47:6
Tuhan dapat memakai situasi sulit untuk mendidik kita, tetapi itu bukan alasan untuk menyakiti orang lain. Kita dipanggil untuk mengasihi dan menunjukkan belas kasihan, bahkan kepada mereka yang menyakiti kita.
Bapa, ampunilah aku bila aku pernah kejam atau tidak berbelas kasihan. Ubah hatiku menjadi penuh kasih seperti-Mu. Amin.