Malapetaka tak terhindarkan
Yesaya 47:11
Jatuhnya Babel yang Sombong
PerikopNubuat tentang Babel · Yesaya 47:1-15 →“Malapetaka akan datang ke atasmu, yang tidak kamu ketahui bagaimana menghindarinya. Bencana akan jatuh ke atasmu, yang tidak dapat kamu tolak dengan memberikan tebusan. Kehancuran akan datang ke atasmu dengan tiba-tiba, yang tidak akan kamu ketahui.”Yesaya 47:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi malapetaka akan menimpa engkau, engkau tidak tahu mempergunakan jampimu terhadapnya; bencana akan jatuh atasmu, engkau tidak sanggup menampiknya dengan mempersembahkan korban; kebinasaan akan menimpa engkau dengan sekonyong-konyong, yang tidak terduga olehmu.”Yesaya 47:11 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi engkau akan ditimpa bencana, ilmu sihirmu tak dapat mengelakkannya. Engkau akan didatangi malapetaka, dan tak sanggup menangkisnya. Kebinasaan akan datang dengan tiba-tiba, dan tidak kausangka-sangka sebelumnya.”Yesaya 47:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Therefore shall evil come upon thee; thou shalt not know from whence it riseth: and mischief shall fall upon thee; thou shalt not be able to put it off: and desolation shall come upon thee suddenly, which thou shalt not know.”Yesaya 47:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 47:11?
Ayat ini menyatakan bahwa bencana akan datang tanpa bisa dihindari atau ditebus. Babel akan menghadapi kehancuran yang tiba-tiba, yang tidak dapat diantisipasi atau diatasi dengan kekuatan mereka sendiri.
Latar belakang
Kehancuran yang tak terduga
Tuhan memperingatkan bahwa malapetaka, bencana, dan kehancuran akan datang atas Babel secara tiba-tiba, seperti yang tidak mereka ketahui atau dapat dihindari. Mereka tidak akan sanggup membayar tebusan untuk mencegahnya, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka.
Di mana
Babel
Nubuat melalui Yesaya di Yehuda, berbicara tentang masa depan Babel
Kapan
~700 SM
Periode kerajaan Yehuda sebelum pembuangan
Yang berbicara
Tuhan
Allah yang menghakimi kesombongan Babel
Kepada
Babel (Putri Kasdim)
Kota yang merasa aman dan tidak menyadari kehancuran yang akan datang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָה
ra'ah · Malapetaka
kebinasaan, bencana, atau kejahatan
הַוָּה
havvah · Bencana
kehancuran, kesengsaraan, atau bencana yang dahsyat
שֹׁאָה
sho'ah · Kehancuran
kehancuran total, kekacauan, atau badai yang menghancurkan
Tiga kata Ibrani untuk malapetaka (ra'ah, havvah, sho'ah) menunjukkan tingkat kehancuran yang berlapis, menekankan bahwa hukuman Tuhan tidak dapat dihindari dan terjadi secara tiba-tiba. Ini menggambarkan kepastian penghakiman atas kesombongan.
Tahukah kamu
Bencana yang datang mendadak
Babel pada akhirnya jatuh ke tangan Persia pada 539 SM dalam satu malam, sesuai dengan nubuat ini, ketika Belsyazar mengadakan pesta dan tidak menyadari serangan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 47:11
1 Tesalonika 5:3
tiba-tiba binasa
“Apabila mereka berkata: 'Semuanya damai dan aman!' maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin.”
Yesaya 13:6
hari TUHAN dekat
“Merataplah, sebab hari TUHAN sudah dekat! Ia datang sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa.”
Amsal 29:1
hancur tiba-tiba
“Orang yang tetap keras kepala dan berkali-kali kena teguran, tiba-tiba diremukkan tanpa dapat disembuhkan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 47:11
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti semua orang yang berdosa akan mengalami bencana langsung di dunia.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah nubuat spesifik untuk Babel, tetapi juga menunjukkan prinsip bahwa kejahatan tidak luput dari penghakiman Tuhan.
✕ Sering dikira
Tidak ada tebusan yang dapat menyelamatkan orang dari hukuman Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, tebusan berupa uang atau ritual tidak bisa menghindari penghakiman, tetapi kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan Kristus dapat menyelamatkan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 47:11
Ketika masalah datang, jangan mengandalkan usaha sendiri untuk 'menebus' atau melarikan diri. Serahkan kepada Tuhan, karena Dia sanggup menolong di tengah keadaan yang tak terduga.
Ya Tuhan, ketika badai hidup datang, jangan biarkan aku panik dan mencoba mengatasinya sendiri. Ajari aku berserah penuh kepada-Mu. Amin.