Kelembutan yang Memulihkan
Yesaya 42:3
Buluh yang Terkulai
“Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya; sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Dia akan setia menyatakan keadilan.”Yesaya 42:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.”Yesaya 42:3 · TB
Terjemahan Baru
“Buluh yang terkulai tak akan dipatahkannya, pelita yang kelap-kelip tak akan dipadamkannya. Dengan setia ia akan menyatakan kebenaran,”Yesaya 42:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“A bruised reed shall he not break, and the smoking flax shall he not quench: he shall bring forth judgment unto truth.”Yesaya 42:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 42:3?
Yesaya 42:3 menggambarkan belas kasihan hamba TUHAN: ia tidak mematahkan buluh yang terkulai atau memadamkan sumbu yang pudar. Ia memperlakukan orang yang rapuh dan lemah dengan kelembutan, memulihkan yang hampir putus asa. Ia tetap setia menegakkan keadilan, tidak pernah kasar.
Latar belakang
Tidak Mematahkan yang Rapuh
Hamba digambarkan tidak mematahkan buluh yang terkulai atau memadamkan sumbu yang pudar. Ini gambaran kesabaran dan kelembutan yang memulihkan yang sekarat.
Di mana
Yerusalem
Tidak spesifik, karena bersifat puitis
Kapan
~700 SM
Nubuat tentang kasih Allah
Yang berbicara
Allah
Menggambarkan kasih sayang Hamba-Nya
Kepada
Mereka yang rapuh
Orang-orang yang patah semangat, yang merasa paling lemah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָנֶה
qaneh · buluh
Tanaman yang mudah patah, melambangkan kerapuhan.
רָצַץ
ratsats · terkulai
Remuk atau hancur, menunjukkan keadaan yang sudah sangat rusak.
פִּשְׁתָּה
pishtah · sumbu
Sumbu lampu yang terbuat dari rami, mudah padam.
Kata-kata ini bersama-sama menggambarkan hal-hal yang sudah tidak berguna menurut standar manusia, tetapi Tuhan tidak membuang—melainkan memulihkan.
Tahukah kamu
Simbol yang Kuat
Buluh yang patah sering dipakai sebagai metafora orang lemah; sumbu yang pudar menunjukkan iman yang hampir mati. Ini gambaran kasih yang tidak menghakimi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 42:3
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 42:3
✕ Sering dikira
Menganggap Allah mengharapkan kita kuat dulu sebelum datang
✓ Yang sebenarnya
Justru kerapuhan adalah pintu untuk menerima pemulihan.
✕ Sering dikira
Mengira setiap orang percaya harus selalu seperti Hamba ini
✓ Yang sebenarnya
Bagian ini terutama menggambarkan karakter Hamba, bukan perintah bagi kita—kita belajar dari-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 42:3
Apakah kita cenderung menghakimi orang yang lemah atau yang sedang gagal? Ayat ini menantang kita untuk menjadi pribadi yang peka dan lembut, memberi semangat kepada yang putus asa, bukan menghancurkannya. Siapa yang perlu kita kuatkan hari ini?
Tuhan, berikan aku hati yang penuh belas kasihan seperti Kristus, agar aku dapat menguatkan yang rapuh dan memulihkan yang pudar, bukan menghancurkannya. Amin.