Buluh patah dan sumbu yang hampir padam
Matius 12:20
Hamba yang Pendiam
“Buluh yang patah tidak akan Ia putuskan, dan sumbu yang hampir padam tidak akan ia matikan, sampai Ia membuat keadilan menang,”Matius 12:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”Matius 12:20 · TB
Terjemahan Baru
“Buluh yang terkulai tak akan dipatahkan-Nya pelita yang redup tidak akan dipadamkan-Nya. Ia akan berjuang sampai keadilan tercapai;”Matius 12:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia tidak akan mematahkan harapan orang-orang lemah, dan orang yang hampir putus asa diperlakukan-Nya dengan lemah lembut. Demikianlah Dia akan terus berjuang dalam segala hal, sampai Dia menang dan terbukti adil.”Matius 12:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“A bruised reed shall he not break, and smoking flax shall he not quench, till he send forth judgment unto victory.”Matius 12:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 12:20?
Yesus tidak akan memutuskan buluh yang patah atau memadamkan sumbu yang hampir padam. Ini berarti Dia penuh belas kasihan dan tidak akan menghancurkan orang yang lemah, terluka, atau yang imannya hampir padam, sebaliknya Dia akan memulihkan dan menghidupkan kembali.
Latar belakang
Bukan untuk menghancurkan yang sudah retak
Dua gambar yang sangat kuat: buluh patah (yang secara musikal sudah tidak berguna) dan sumbu yang hampir padam (nyala lilin yang hampir mati). Dalam logika efisiensi, dua-duanya layak dibuang. Tapi Hamba ini tidak melakukan itu — Dia justru memelihara yang hampir mati sampai keadilan menang.
Di mana
Galilea
Konteks teologis — gambaran puitis tentang cara Hamba memperlakukan yang lemah
Kapan
~30 M
Deskripsi kelembutan Hamba Tuhan
Yang berbicara
Narator (Matius, mengutip Yesaya)
Melukiskan kelembutan Hamba dalam gambar yang sangat konkret
Kepada
Pembaca Injil Matius
Yang mungkin merasa diri seperti buluh patah atau sumbu yang hampir padam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κάλαμον συντετριμμένον
buluh yang patah · bruised reed
Buluh yang dihancurkan/diremukkan — gambar dari sesuatu yang sudah terlihat tidak berguna
λίνον τυφόμενον
sumbu yang hampir padam · smoking flax
Harfiah 'rami yang berasap' — nyala yang hampir mati, hanya menyisakan asap
νῖκος
menang · victory
Kemenangan akhir — keadilan yang Hamba bawa akan menang sepenuhnya, bukan setengah-setengah
Yang κάλαμον συντετριμμένον (patah) dan λίνον τυφόμενον (hampir padam) tidak dibuang tapi dipelihara sampai νῖκος (kemenangan) tiba — itulah hati Hamba Tuhan.
Tahukah kamu
Buluh sebagai alat musik dan alat tulis
Di dunia Timur Tengah kuno, buluh (reed) dipakai sebagai alat musik tiup (seruling) dan sebagai pena. Buluh yang patah tidak bisa dipakai untuk keduanya. Tapi gambaran Yesaya bukan tentang kegunaan — tapi tentang nilai intrinsik: yang retak pun tidak dibuang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 12:20
Mazmur 34:18
Allah yang dekat dengan yang patah — tema yang sama dari perspektif Daud
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
Yesaya 61:1
Misi Hamba Tuhan kepada yang lemah dan remuk — dikutip Yesus di Lukas 4:18
“...mengobati orang-orang yang patah hati... memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan...”
2 Korintus 12:9
Prinsip yang sama: Allah bekerja melalui yang lemah dan hampir patah
“...sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 12:20
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti Yesus tidak pernah menegur atau menghakimi siapapun
✓ Yang sebenarnya
Yesus sangat keras terhadap para pemimpin yang keras hati (Mat. 23) — kelembutan ini ditujukan kepada yang lemah dan terluka, bukan kepada yang menindas
✕ Sering dikira
'Keadilan menang' artinya hukum Allah akhirnya diterima semua orang
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Yesaya 42, 'keadilan' (mishpat) adalah tatanan yang benar dan penuh kasih — bukan hukuman
Renungan
Renungan Singkat Matius 12:20
Ketika kita merasa rapuh atau hampir putus asa, ingatlah bahwa Yesus tidak menghakimi kita, tetapi justru menguatkan dan memulihkan kita. Marilah kita juga bersikap hati-hati dan penuh kasih kepada orang-orang yang sedang lemah.
Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah memadamkan harapan yang redup dalam hidupku. Pulihkan aku saat aku lemah. Amin.