Bangsa Seperti Setitik Air

Yesaya 40:15

Penghiburan dan Kebesaran Tuhan

Sesungguhnya, bangsa-bangsa seperti setitik air dalam ember, dan diperhitungkan seperti debu dalam timbangan. Lihatlah, Tuhan mengangkat pulau-pulau seperti debu halus.

Yesaya 40:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 40:15?

Ayat ini menggambarkan kebesaran Allah dengan menyatakan bahwa bangsa-bangsa di dunia hanyalah seperti setetes air dalam ember atau debu halus di timbangan. Pulau-pulau yang besar pun dianggap seperti debu yang halus. Ini menunjukkan betapa kecil dan lemahnya kekuatan manusia dibandingkan dengan Allah.

Latar belakang

Keagungan Allah vs. Bangsa-Bangsa

Yesaya membandingkan bangsa-bangsa dengan setetes air dalam ember atau debu di timbangan. Ini menunjukkan betapa kecil dan tidak berarti mereka di hadapan Allah yang mahakuasa. Bahkan pulau-pulau dianggap seperti debu halus yang mudah diterbangkan.

Di mana

Yerusalem

Dalam penglihatan kenabian

Kapan

~700 SM

Perjanjian Lama - Nabi-nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Panggilan Yesaya (~740 SM)
Pembuangan Babel (~586 SM)
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar abad ke-8 SM, aktif di Yehuda

O

Kepada

Orang Yehuda

Bangsa yang menghadapi pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַר

mar · setitik

setetes air atau cairan

דְּלִי

deli · ember

timba atau ember untuk menimba air

שַׁחַק

shachaq · debu

debu halus atau partikel kecil yang melayang

Bangsa-bangsa, termasuk Yehuda, tidak berarti apa-apa di hadapan Allah; kekuasaan-Nya jauh melampaui apa pun yang bisa dibayangkan manusia.

Tahukah kamu

Debu di Timbangan

Dalam perdagangan kuno, debu di timbangan bisa membuat timbangan tidak akurat, jadi orang berhati-hati. Ini gambaran bahwa bangsa-bangsa tidak memengaruhi keputusan Allah sama sekali.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 40:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 40:15

✕  Sering dikira

Menganggap Allah tidak peduli pada bangsa-bangsa atau individu yang kecil.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang kekuasaan, bukan ketidakpedulian; Allah tetap memperhatikan manusia.

✕  Sering dikira

Melihat ini sebagai alasan untuk merasa tidak berharga.

✓  Yang sebenarnya

Ini justru menunjukkan kebesaran Allah, bukan merendahkan manusia; kita berharga karena kasih-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 40:15

Saat kita merasa bangga dengan prestasi atau kekuatan bangsa kita, ingatlah bahwa semua itu tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Kita harus merendahkan hati dan mengandalkan Tuhan, bukan pada kekuatan sendiri.

Allah yang Mahabesar, ampunilah aku jika aku pernah mengandalkan hal-hal duniawi. Ajari aku untuk selalu bergantung pada kekuatan-Mu. Amin.