Ajarkan dan Bicarakanlah
Ulangan 6:7
Kasihi Tuhan, Ajarkan kepada Anak
PerikopKasihi dan Taatilah Allah · Ulangan 6:1-25 →“Kamu harus mengajarkan semuanya itu terus-menerus kepada anak-anakmu, dan bicarakanlah ketika kamu duduk di rumahmu, ketika kamu sedang dalam perjalanan, ketika kamu sedang berbaring, dan ketika kamu bangun.”Ulangan 6:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Ulangan 6:7 · TB
Terjemahan Baru
“Ajarkanlah kepada anak-anakmu. Hendaklah kamu membicarakannya di dalam rumah dan di luar rumah, waktu beristirahat dan waktu bekerja.”Ulangan 6:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ajarkanlah perintah-perintah ini berulang kali kepada anak-anakmu setiap waktu, baik pada waktu berada di rumah maupun dalam perjalanan, baik waktu beristirahat maupun waktu bekerja.”Ulangan 6:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt teach them diligently unto thy children, and shalt talk of them when thou sittest in thine house, and when thou walkest by the way, and when thou liest down, and when thou risest up.”Ulangan 6:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 6:7?
Ayat ini menekankan pentingnya mengajarkan perintah Tuhan kepada anak-anak secara terus-menerus, dalam setiap situasi kehidupan sehari-hari: di rumah, di perjalanan, saat bangun dan tidur. Ini menunjukkan bahwa pengajaran iman bukan hanya tugas formal, tetapi bagian integral dari kehidupan keluarga.
Latar belakang
Perintah untuk Mengajar Anak-anak
Musa menyampaikan hukum Taurat kepada Israel di dataran Moab. Ia menekankan agar perintah-perintah Tuhan tidak hanya diingat, tetapi juga diajarkan dan dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi sungai Yordan, sebelum masuk ke Kanaan
Kapan
~1400 SM
Sebelum masuk ke Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, umur ±120 tahun, sedang memberi pesan terakhir
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang akan masuk ke Tanah Perjanjian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁנַן
shanan · mengajarkan
Mengulangi, menajamkan, seperti mengasah pisau; berarti mengajar dengan tekun.
יָשַׁב
yashav · duduk
Duduk, tinggal, berdiam.
שָׁכַב
shakhav · berbaring
Berbaring, tidur, beristirahat.
Kata 'shanan' berarti mengajar dengan tajam dan berulang-ulang, bukan sekadar menyebutkan. Ini menunjukkan bahwa mengajar harus tekun dan terintegrasi dalam rutinitas harian.
Tahukah kamu
Pembicaraan saat dalam perjalanan
Orang-orang Yahudi sering menganggap perintah ini sebagai dasar untuk mendiskusikan Taurat di mana saja, bahkan saat berjalan. Ini menunjukkan bahwa pengajaran bukan hanya di rumah ibadah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 6:7
Ulangan 11:19
Pengulangan perintah
“Ajarkanlah itu kepada anak-anakmu, dan bicarakanlah tentang itu ketika engkau duduk di rumahmu...”
Amsal 22:6
Pendidikan anak
“Didiklah anak sesuai dengan jalannya, maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang.”
Efesus 6:4
Ajaran orang tua
“Dan bapa-bapa, janganlah bangkitkan kemarahan di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 6:7
✕ Sering dikira
Menganggap perintah ini hanya berlaku untuk orang tua yang punya anak kandung.
✓ Yang sebenarnya
Semua orang percaya bertanggung jawab untuk mengajar generasi muda, baik anak sendiri maupun anak orang lain.
✕ Sering dikira
Memahami 'bicarakanlah' hanya berarti berbicara di rumah atau di perjalanan.
✓ Yang sebenarnya
Ini menekankan pada pembicaraan yang terus-menerus dan menjadi gaya hidup, bukan sekadar aktivitas tertentu.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 6:7
Bagaimana kita bisa memasukkan percakapan tentang Tuhan dalam rutinitas harian kita? Mungkin saat makan bersama, saat perjalanan ke sekolah, atau sebelum tidur. Jadikan momen-momen ini sebagai kesempatan untuk berbagi iman secara alami dan bermakna.
Tuhan, ajarlah kami untuk mengajarkan kebenaran-Mu kepada anak-anak kami dalam setiap aspek kehidupan kami, sehingga iman menjadi bagian yang hidup. Amin.