Hari-hari tanpa harapan
Ayub 7:6
Ayub meratapi penderitaannya
“Hari-hariku berlalu lebih cepat daripada sekoci penenun, dan sampai pada akhir yang tanpa harapan.”Ayub 7:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.”Ayub 7:6 · TB
Terjemahan Baru
“Hidupku yang tanpa harap itu melaju menuju akhirnya, lebih laju daripada penenun menjalankan sekocinya.”Ayub 7:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“My days are swifter than a weaver’s shuttle, and are spent without hope.”Ayub 7:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 7:6?
Ayub merasa hari-harinya berlalu cepat seperti alat tenun yang dikejar, dan hidupnya berakhir tanpa harapan. Ini melukiskan perasaan bahwa waktu berlalu tanpa arti dan akhir hidupnya tidak memberikan harapan baik, hanya keputusasaan.
Latar belakang
Hidup tanpa harapan
Ayub membandingkan hidupnya dengan 'sekoci penenun' yang bergerak cepat, menunjukkan bahwa hari-harinya berlalu tanpa arti. Ia merasa mencapai akhir yang tanpa harapan, karena penderitaannya tidak kunjung berakhir.
Di mana
Tanah Us
Di tempat pembuangan sampah, di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Bapa
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang merasa hidupnya sia-sia
Kepada
Allah
Sang Pencipta, yang Ayub tujukan keluhannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָרַג
arag · sekoci penenun
balok tenun, alat yang bergerak cepat
חָלַף
chalaf · berlalu
berlalu, berganti
תִּקְוָה
tiqvah · harapan
penantian, harapan
Kata 'chalaf' (berlalu) dan 'tiqvah' (harapan) menunjukkan bahwa Ayub merasa hidupnya berhenti tanpa tujuan, dan ia tidak lagi memiliki pengharapan akan masa depan.
Tahukah kamu
Sekoci penenun
Alat tenun zaman dahulu memiliki sekoci yang meluncur cepat bolak-balik. Ayub memakai gambaran ini untuk menunjukkan betapa cepat dan sia-sianya hidupnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 7:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 7:6
✕ Sering dikira
Ayub menyalahkan Allah karena membuat hidupnya singkat.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menggambarkan bahwa hidupnya terasa singkat dan sia-sia karena penderitaan, bukan menuduh Allah.
✕ Sering dikira
Ayub benar-benar kehilangan iman dan harapan kepada Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tetap berbicara kepada Allah, menunjukkan bahwa ia masih berharap meskipun dalam keputusasaan.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 7:6
Hidup ini singkat dan bisa terasa tanpa harapan saat kita dilanda masalah. Tetapi di dalam Tuhan selalu ada harapan. Jangan biarkan keputusasaan menguasai hati, tetapi percayalah bahwa masa depanmu ada di tangan Tuhan yang penuh kasih.
Tuhan, ajarilah aku menghargai setiap hari dan melihat harapan di dalam-Mu, meskipun keadaan tampak tanpa masa depan. Amin.