Kekuatan yang dilemahkan

Mazmur 102:23

Doa Orang yang Tertekan dan Pengharapan bagi Sion

(102-24) Dia telah melemahkan kekuatanku dalam perjalanan; Dia telah memperpendek umurku.

Mazmur 102:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 102:23?

Ayat ini menggambarkan saat ketika semua bangsa dan kerajaan akan berkumpul untuk beribadah kepada Tuhan. Ini adalah gambaran akhir zaman di mana penyembahan kepada Tuhan menjadi universal dan semua orang mengakui kedaulatan-Nya.

Latar belakang

Keluhan kelemahan

Setelah melihat visi kemuliaan, pemazmur kembali pada kenyataan pahit: kekuatannya habis dalam perjalanan hidup. TUHAN telah memperpendek umurnya, jadi ia merasa hidupnya singkat.

Di mana

Yerusalem

Refleksi pribadi tentang kelemahan hidup

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemuliaan pemulihan
Permohonan umur panjang
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang yang menderita, mungkin di pembuangan

T

Kepada

TUHAN

Allah yang mengendalikan hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עינה

‘innah · melemahkan

merendahkan, menindas, membuat lemah

כחי

kohi · kekuatan

kemampuan fisik atau vitalitas

קצר

qatsar · memperpendek

memotong, membuat pendek

Kata-kata ini menunjukkan bahwa pemazmur merasa TUHAN sengaja menekan vitalitasnya dan memotong hari-harinya, seolah-olah hidupnya tidak berarti.

Tahukah kamu

Makna 'perjalanan'

Dalam konteks pembuangan, 'perjalanan' bisa merujuk pada perjalanan hidup yang penuh derita, atau perjalanan kembali ke Sion yang berat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 102:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 102:23

✕  Sering dikira

Menganggap TUHAN kejam karena melemahkan pemazmur

✓  Yang sebenarnya

Pemazmur sedang jujur mengungkapkan perasaannya, bukan pernyataan teologis

✕  Sering dikira

Mengira umur pemazmur benar-benar pendek

✓  Yang sebenarnya

Ini hiperbola untuk mengungkapkan keputusasaan

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 102:23

Kita hidup dalam dunia yang terpecah, tetapi Tuhan akan mempersatukan semua bangsa dalam penyembahan kepada-Nya. Mari kita mulai membangun jembatan persatuan dengan orang lain dan bersiap untuk ikut dalam ibadah yang kekal.

Datanglah kerajaan-Mu, ya Tuhan; satukanlah semua bangsa untuk menyembah Engkau dalam kebenaran dan damai sejahtera. Amin.