Ayub Mengeluh di Abu
Ayub 17:1
Harapan di Tengah Penderitaan
““Semangatku patah, hari-hariku telah padam, dan kuburan telah tersedia bagiku.”Ayub 17:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.”Ayub 17:1 · TB
Terjemahan Baru
“Ajalku sudah dekat, hampir putuslah napasku; hanyalah kuburan yang tinggal bagiku.”Ayub 17:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“My breath is corrupt, my days are extinct, the graves are ready for me.”Ayub 17:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 17:1?
Ayub merasa jiwanya hancur dan hidupnya hampir berakhir; ia melihat kuburan sudah menantinya. Ini menggambarkan keputusasaan total setelah penderitaan yang berkepanjangan.
Latar belakang
Semangat Patah
Ayub merasa hancur total, jiwanya patah dan hari-harinya tinggal menunggu kematian. Ia melihat kuburan sudah siap baginya, dan ia merasa tidak ada harapan lagi.
Di mana
Tanah Us
Di antara abu, tempat ia duduk sejak pencobaan
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Bapa
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang kehilangan segalanya, berdebat dengan sahabatnya
Kepada
Sahabat-sahabat Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar, yang menuduh Ayub berdosa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רוחי
ruchi · patah
Rohku atau napasku tertekan habis
זעפה
za'aph · padam
Redup atau berhenti, seperti lampu yang mati
קברים
qebarim · kuburan
Tempat pemakaman
Ketiga kata ini menunjukkan keputusasaan total: roh (napas) patah, hari (terang) padam, dan kuburan (tempat gelap) menanti. Ini melukiskan kehancuran eksistensial Ayub.
Tahukah kamu
Bahasa Ibrani yang Kuat
Kata 'patah' (ruach) bisa berarti 'roh' atau 'semangat', jadi 'semangatku patah' berarti 'napasku habis'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 17:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 17:1
✕ Sering dikira
Ayub kehilangan iman kepada Allah
✓ Yang sebenarnya
Ayub tetap percaya kepada Allah, tetapi jujur tentang perasaannya. Ini bukan kurang iman, melainkan ekspresi penderitaan.
✕ Sering dikira
Kuburan sudah tersedia berarti Ayub ingin mati
✓ Yang sebenarnya
Ayub tidak bunuh diri, ia hanya mengakui realitas kematian yang dekat. Ia masih bergumul dengan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 17:1
Saat kita merasa habis dan tidak ada harapan, ingatlah bahwa Tuhan tetap dekat. Jangan menyembunyikan perasaan Anda dari Tuhan; ungkapkanlah seperti Ayub.
Tuhan, saat semangatku patah, peganglah aku dan berikan aku kekuatan untuk terus berjalan. Amin.