Utusan Menemui Nabi

Yesaya 37:5

Pelayan Raja Mendatangi Yesaya

Setelah pelayan-pelayan Raja Hizkia datang kepada Yesaya,

Yesaya 37:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 37:5?

Setelah para pelayan Hizkia menyampaikan pesan kepada Yesaya, mereka mungkin menunggu jawaban. Ayat ini hanya mencatat bahwa mereka datang kepada Yesaya, tetapi tanpa rincian lebih lanjut. Ini menunjukkan ketaatan mereka dan kesediaan untuk mendengarkan firman Tuhan melalui nabi-Nya.

Latar belakang

Mencari Jawaban

Para pelayan Hizkia, termasuk Elyakim, Sebna, dan imam-imam tua, datang kepada Yesaya. Mereka membawa permohonan raja agar nabi mendoakan sisa umat yang hampir punah.

Di mana

Yerusalem

Rumah atau tempat tinggal Yesaya, dekat Bait Allah

Kapan

~701 SM

Pembuangan dan Pemulihan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pesan Hizkia
Firman Tuhan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Narator yang mencatat sejarah

P

Kepada

Pembaca

Umat yang perlu tahu pertolongan Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עבדים

avadim · pelayan

pelayan, para pegawai raja

ישעיהו

Yeshayahu · Yesaya

TUHAN adalah keselamatan - nama yang bermakna

בוא

bo · datang

masuk, tiba, datang

Nama Yesaya sendiri mengandung janji keselamatan. Saat mereka datang kepadanya, Allah yang menyelamatkan siap merespons. Ini menegaskan bahwa dalam krisis, datang kepada hamba Tuhan adalah langkah iman.

Tahukah kamu

Kain kabung

Mengenakan kain kabung adalah tanda duka dan pertobatan, menunjukkan keseriusan situasi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 37:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 37:5

✕  Sering dikira

Yesaya dipanggil hanya karena popularitasnya

✓  Yang sebenarnya

Mereka datang karena otoritasnya sebagai nabi Tuhan, bukan sekadar tokoh terkenal

✕  Sering dikira

Kedatangan mereka sia-sia karena Tuhan tahu segalanya

✓  Yang sebenarnya

Tuhan menghargai doa dan permohonan, dan ini adalah bagian dari proses iman

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 37:5

Saat kita membawa pergumulan kepada hamba Tuhan atau orang yang lebih dewasa secara rohani, kita harus datang dengan hati yang siap mendengar, bukan hanya mencari pembenaran. Kesediaan untuk mendengar adalah bagian dari iman.

Ya Tuhan, bukalah hati dan telingaku agar aku siap mendengarkan nasihat dan firman-Mu melalui siapa pun yang Kau pakai. Amin.