Ratapan atas ladang subur

Yesaya 32:12

Janji Raja Adil dan Peringatan

Pukulilah dadamu untuk ladang-ladang yang menyenangkan, untuk pohon anggur yang berbuah subur,

Yesaya 32:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 32:12?

Orang-orang dipanggil untuk meratap dengan memukul dada karena ladang yang subur dan pohon anggur yang berbuah akan hancur. Ini adalah ekspresi kesedihan yang mendalam atas hilangnya berkat dan keindahan alam, simbol dari penghakiman yang akan datang.

Latar belakang

Ratapan atas tanah yang hancur

Yesaya mengajak para wanita untuk memukul dada sebagai tanda duka yang mendalam, meratapi ladang-ladang yang subur dan kebun anggur yang produktif. Tanah yang dulu menjadi sumber kebanggaan dan kekayaan akan hancur. Ini adalah ratapan atas hilangnya berkat dan akibat dari dosa bangsa.

Di mana

Yerusalem

Di ladang-ladang sekitar Yerusalem · siang hari

Kapan

~701 SM

Periode Monarchi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Asyur
Pembuangan Yehuda
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya bin Amos

Nabi kerajaan Yehuda, ~740-680 SM

P

Kepada

Perempuan-perempuan yang hidup nyaman

Wanita kaya Yerusalem yang menikmati kemewahan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סָפַד

saphad · pukullah

meratap, memukul dada sebagai tanda berkabung

שָׂדֶה

sadeh · ladang

tanah lapang, ladang pertanian

חֶמְדָּה

chemdah · menyenangkan

yang diinginkan, berharga, indah

Kata 'saphad' (meratap) menggambarkan duka yang meledak, sementara 'sadeh' (ladang) adalah sumber kehidupan dan kekayaan. 'Chemdah' (menyenangkan) menunjukkan betapa berharganya tanah itu. Ratapan ini menunjukkan betapa besar kehilangan yang akan terjadi.

Tahukah kamu

Memukul dada

Dalam budaya Timur Tengah kuno, memukul dada adalah isyarat berkabung yang umum, menunjukkan kesedihan yang mendalam. Ini juga dilakukan oleh para wanita profesional yang menangis di pemakaman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 32:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 32:12

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang bencana alam

✓  Yang sebenarnya

Kehancuran ladang adalah hukuman Tuhan atas dosa dan kesombongan bangsa, bukan sekadar musibah.

✕  Sering dikira

Ladang yang dimaksud hanya literal

✓  Yang sebenarnya

Ladang juga melambangkan berkat dan kehadiran Tuhan yang hilang karena ketidaksetiaan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 32:12

Ketika kita kehilangan berkat atau menghadapi kehancuran, wajar untuk berduka. Jangan menahan rasa sedih; beri diri untuk meratap, tetapi juga bawa kesedihan itu kepada Tuhan sebagai doa.

Tuhan, saat kami kehilangan hal yang berharga, terimalah ratapan kami dan pulihkan kami dengan kasih-Mu. Amin.