Kebun anggur yang sunyi

Yesaya 16:10

Ratapan atas Kesombongan Moab

“Sukacita dan kebahagiaan telah dilenyapkan dari ladang yang subur dan di kebun-kebun anggur, tidak akan ada teriakan sukacita ataupun kegembiraan. Tidak ada pemeras anggur di tempat pemerasan karena Aku telah menghentikan sukacita itu.”

Yesaya 16:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 16:10?

Semua sukacita dan kegembiraan lenyap dari ladang dan kebun anggur Moab. Tidak ada lagi nyanyian atau teriakan sukacita saat panen, dan tidak ada pemeras anggur karena Tuhan telah menghentikan sukacita itu. Kehancuran total melanda negeri yang subur itu.

Latar belakang

Kegembiraan dihapuskan

Ayat ini menggambarkan hukuman Allah atas Moab: sukacita dan kebahagiaan hilang dari ladang dan kebun anggur. Tidak ada lagu atau sorak-sorai ketika panen, karena Allah menghentikan kegembiraan itu.

Di mana

Yerusalem

Di kota, mungkin di bait Allah

Kapan

~700 SM

Zaman Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Asyur
Hukuman Moab
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740–680 SM

B

Kepada

Bangsa Yehuda

Kerajaan Selatan, keturunan Daud

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׂשׂוֹן

sason · sukacita

kegembiraan, keceriaan

שִׂמְחָה

simcha · kebahagiaan

sukacita, kegirangan

שָׁבַת

shavat · menghentikan

berhenti, beristirahat

Kata 'sason' dan 'simcha' bersama-sama menunjukkan sukacita yang lengkap, dan 'shavat' (berhenti) mengingatkan pada istirahat Sabat, tetapi di sini justru berarti penghentian sukacita—sebuah ironi yang tragis.

Tahukah kamu

Anggur sebagai simbol berkat

Dalam Alkitab, kebun anggur sering melambangkan berkat dan kemakmuran, jadi kehilangan anggur berarti kehilangan berkat Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 16:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 16:10

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang Moab secara historis.

✓  Yang sebenarnya

Ini juga gambaran hukuman Allah atas kesombongan secara universal.

✕  Sering dikira

Allah tidak peduli dengan kegembiraan manusia.

✓  Yang sebenarnya

Allah meratapi kehancuran itu, tetapi hukuman tetap berlaku.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 16:10

Sukacita sejati hanya bertahan jika bersumber dari Tuhan. Ketika kita mengabaikan Tuhan, sukacita kita bisa berubah menjadi ratapan. Carilah sukacita dalam hubungan dengan Tuhan, bukan dalam berkat-berkat duniawi, agar tetap bersukacita dalam segala keadaan.

Tuhan, jadikan Engkau sumber sukacitaku, sehingga apapun yang terjadi, aku tetap bisa bersukacita dalam-Mu. Amin.