Tanah yang penuh onak dan duri

Yesaya 32:13

Damai dari Kebenaran

untuk tanah bangsaku, yang ditumbuhi onak dan duri. Ya, untuk semua rumah yang menyenangkan di kota yang penuh kegembiraan.

Yesaya 32:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 32:13?

Ayat ini menggambarkan kehancuran Yehuda sebagai akibat dari dosa. Tanah yang subur menjadi penuh onak dan duri, kota-kota yang penuh kegembiraan menjadi sunyi. Ini adalah hukuman dari Allah atas ketidakadilan dan kemewahan yang tidak bertanggung jawab.

Latar belakang

Ladang subur menjadi rusak

Karena dosa dan keangkuhan, tanah yang subur berubah menjadi penuh onak dan duri. Kota yang ramai akan ditinggalkan sebagai tanda penghakiman.

Di mana

Yerusalem

Konteks nubuat kepada Yehuda

Kapan

~700 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Asyur
Pembuangan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar, c. 740–680 SM

U

Kepada

Umat Yehuda

Orang Yehuda yang hidup nyaman

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מִכְמְרוֹת

michmerot · onak

tanaman berduri yang melambangkan kekacauan dan kutukan.

קוֹצִים

qotsim · duri

semak berduri pertanda tanah tidak terurus.

מַעֲדַנּוֹת

ma'dannot · menyenangkan

kenyamanan dan kemewahan yang akan berakhir.

Kata-kata ini menunjukkan bahwa dosa mengubah kenyamanan menjadi kekacauan, dan kenyamanan yang dimanjakan akan menjadi kehancuran.

Tahukah kamu

Onak dan duri

Onak dan duri sering dipakai Alkitab sebagai simbol kutukan dan sia-sia (Kejadian 3:18). Di sini, tanah umat TUHAN menjadi seperti itu akibat ketidaktaatan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 32:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 32:13

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya tentang pertanian fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini metafora kehancuran rohani dan sosial akibat dosa.

✕  Sering dikira

Menyangka ini nubuat penghakiman tanpa harapan.

✓  Yang sebenarnya

Justru mendahului janji pemulihan di ayat 15.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 32:13

Kehancuran bisa datang saat kita terlalu nyaman dan lupa pada keadilan. Mari kita periksa hidup kita: apakah kita sudah peduli pada sesama yang miskin dan tertindas? Jangan sampai kenyamanan membuat kita lupa akan panggilan untuk berlaku adil.

Tuhan, mampukan kami untuk hidup adil dan peduli pada sesama, agar kami tidak mengalami kehancuran akibat dosa. Amin.