Tuhan menuntut para pemimpin yang jarah

Yesaya 3:14

Hukuman atas Kesombongan

TUHAN memasuki pengadilan dan beperkara dengan para penatua dan pemimpin umat-Nya. “Kalianlah yang telah membakar kebun anggur; hasil jarahan dari orang miskin ada di rumah-rumahmu.

Yesaya 3:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 3:14?

TUHAN memasuki pengadilan dan menuntut para pemimpin dan penatua umat-Nya. Mereka dituduh membakar kebun anggur (merusak umat) dan menindas orang miskin. Ini adalah peringatan keras bagi para pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan.

Latar belakang

Tuduhan Pemerasan

Tuhan menuduh para pemimpin telah membakar kebun anggur, yang melambangkan umat Israel. Mereka juga menumpuk kekayaan dengan merampas milik orang miskin.

Di mana

Yerusalem

Di ruang pengadilan surgawi

Kapan

~740 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tuhan memulai pengadilan
Penghukuman atas pemimpin
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel, berfirman melalui nabi

P

Kepada

Para penatua dan pemimpin

Pemimpin Yehuda yang berlaku tidak adil

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זָקֵן

zaqen · penatua

orang tua, pemimpin

בָּעַר

ba'ar · membakar

menghanguskan, membakar habis

גְּזֵלָה

gezelah · jarahan

rampasan, barang curian

Kata-kata ini menunjukkan bahwa para pemimpin telah merusak dan mencuri dari umat yang seharusnya mereka jaga.

Tahukah kamu

Kebun Anggur Simbol

Kebun anggur sering dipakai sebagai kiasan Israel, misalnya dalam Yesaya 5.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 3:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 3:14

✕  Sering dikira

Membakar kebun anggur artinya merusak tanaman literal

✓  Yang sebenarnya

Kiasan untuk menindas dan menghancurkan umat

✕  Sering dikira

Hanya berlaku untuk zaman Yesaya

✓  Yang sebenarnya

Prinsip keadilan tetap berlaku sepanjang zaman

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 3:14

Kita semua memiliki pengaruh, entah sebagai pemimpin, orang tua, atau rekan kerja. Evaluasi cara kita memperlakukan orang lain, terutama yang lemah. Jangan sampai kita menjadi penindas, tetapi jadilah berkat.

Tuhan, ampunilah kami jika kami pernah menyakiti atau menindas sesama. Ubah hati kami menjadi penuh belas kasihan. Amin.