Mabuk Tanpa Anggur

Yesaya 29:9

Kehancuran dan Pemulihan

PerikopAllah Menghukum Yerusalem · Yesaya 29:1-16 →
“Berlambat-lambatlah dan terheran-heranlah! Butakan dirimu sendiri dan jadilah buta. Mereka mabuk, tetapi bukan karena anggur. Mereka sempoyongan, tetapi bukan karena minuman keras.”

Yesaya 29:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 29:9?

Yesaya 29:9 mengecam Israel karena mereka buta dan mabuk secara rohani, bukan karena anggur, tetapi karena ketidakpekaan terhadap peringatan Tuhan. Mereka menolak kebenaran sehingga menjadi tidak sadar akan bahaya.

Latar belakang

Kelumpuhan Rohani

Yesaya menyerukan agar orang-orang heran dan buta secara rohani. Mereka seperti mabuk, tetapi bukan karena alkohol — mereka kehilangan kesadaran akan kehadiran Tuhan karena dosa.

Di mana

Yerusalem

Di tengah krisis, melalui nubuat

Kapan

~700 SM

Zaman Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Asyur
Pembuangan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi abad ke-8 SM, penuh gairah dan puitis

B

Kepada

Bangsa Yehuda

Orang-orang yang keras kepala, hidup di Yerusalem

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הִתְמַהְמְהוּ

hitmahmehu · berlambat-lambat

menunda, berlama-lama; di sini seperti mengejek

תְּמָהוּ

temahu · terheran-heran

menjadi kaget, terpana

שָׁכְרוּ

shakheru · mabuk

mabuk, tidak sadar karena alkohol

Kata-kata ini membentuk ironi: orang-orang 'terheran-heran' tetapi tidak sadar; mereka 'mabuk' tetapi bukan oleh anggur, menunjukkan kebingungan rohani.

Tahukah kamu

Mabuk Rohani

Istilah 'mabuk' di sini bisa merujuk pada hukuman Tuhan yang membuat orang tidak mampu melihat kebenaran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 29:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 29:9

✕  Sering dikira

Tuhan sengaja membuat umat-Nya mabuk agar mereka berdosa.

✓  Yang sebenarnya

Ini kiasan: kebutaan rohani adalah akibat dosa, bukan alkohol.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengizinkan minum anggur.

✓  Yang sebenarnya

Ini tidak membahas alkohol, tetapi menggunakan metafora untuk keadaan rohani.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 29:9

Apakah kita kadang 'mabuk' oleh kesibukan atau hiburan sehingga tidak peka pada suara Tuhan? Luangkan waktu untuk merenung dan memeriksa hati.

Tuhan, buka mataku dan telingaku agar aku tidak buta dan tuli terhadap kehendak-Mu, dan jauhkan aku dari kelesuan rohani. Amin.