Biji yang Ditabur, Bukan Dirontok

Yesaya 28:27

Perlakuan yang Berbeda untuk Setiap Biji

Sebab, jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, juga roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih. Akan tetapi, jintan hitam ditebahi dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat.

Yesaya 28:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 28:27?

Untuk mengirik jintan hitam dan jintan putih, petani menggunakan alat yang berbeda: galah untuk jintan hitam dan tongkat untuk jintan putih. Ini menunjukkan bahwa Allah memperlakukan setiap orang secara khusus sesuai dengan kebutuhan dan keadaannya.

Latar belakang

Pengirikan yang Tepat

Yesaya melanjutkan ilustrasi: untuk biji-bijian lain, digunakan alat pengirik yang berat, tetapi untuk jintan harus dengan alat yang ringan agar tidak hancur. Ini menggambarkan bahwa Allah tahu bagaimana memperlakukan setiap orang sesuai kebutuhan.

Di mana

Yerusalem

Di hadapan orang banyak di gerbang kota

Kapan

~735 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penjelasan tentang petani
Pujian akan hikmat Allah
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar, ~740 SM, aktif di Yehuda

R

Kepada

Rakyat Yehuda

Orang-orang yang keras kepala dan perlu diyakinkan tentang kebijaksanaan Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מוֹרַג

morag · pengirik

Alat perontok yang berat, sering berupa papan berpaku.

מַטֶּה

matteh · galah

Tongkat atau batang kayu yang dipakai untuk memukul biji.

דָּקַק

daqaq · dihancurkan

Menggiling atau menekan hingga halus.

Perbedaan antara alat berat dan ringan menunjukkan bahwa Allah tidak memperlakukan semua orang dengan cara yang sama, tetapi sesuai dengan situasi dan kerapuhan masing-masing.

Tahukah kamu

Eretan Pengirik

Eretan pengirik adalah papan kayu dengan batu atau logam di bawahnya yang ditarik sapi untuk memisahkan biji dari jerami. Ini adalah alat yang berat dan kasar, tidak cocok untuk biji yang lembut.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 28:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 28:27

✕  Sering dikira

Mengira ayat ini mengajarkan bahwa Allah itu kejam dengan menghancurkan orang dengan roda pengirik.

✓  Yang sebenarnya

Justru sebaliknya, Allah menggunakan alat yang sesuai, dan untuk yang rapuh Dia memperlakukan dengan lembut.

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya tentang pertanian, bukan tentang cara Allah berurusan dengan manusia.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah perumpamaan yang jelas, menghubungkan kebijaksanaan bertani dengan hikmat ilahi.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 28:27

Allah tidak memperlakukan semua orang dengan cara yang sama, tetapi dengan kasih dan kebijaksanaan yang personal. Kita pun perlu menghargai keunikan setiap orang dan memperlakukan mereka dengan cara yang sesuai, bukan dengan pola yang kaku.

Bapa, ajar aku untuk melihat kebutuhan unik setiap orang dan memperlakukannya dengan kasih yang sesuai, sebagaimana Engkau memperlakukanku dengan pengertian. Amin.