Petani yang Bijak
Yesaya 28:24
Mahkota Kebanggaan vs Batu Penjuru
“Apakah pembajak terus-menerus membajak untuk menanam benih? Apakah terus mencangkul dan menyisir tanahnya?”Yesaya 28:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur?”Yesaya 28:24 · TB
Terjemahan Baru
“Seorang petani tak akan terus-menerus membajak, mencangkul dan menggaruk tanahnya untuk ditanami.”Yesaya 28:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Doth the plowman plow all day to sow? doth he open and break the clods of his ground?”Yesaya 28:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 28:24?
Ayat ini mulai menggambarkan perumpamaan tentang petani. Petani tidak terus-menerus membajak; ada waktu untuk membajak dan ada waktu untuk menanam. Ini mengajarkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda-beda sesuai tujuan-Nya.
Latar belakang
Pertanyaan Retoris tentang Pertanian
Yesaya memakai ilustrasi dari kehidupan sehari-hari: seorang petani tidak terus-menerus membajak tanpa menanam; ada musim dan tujuan. Pertanyaan ini mengajak pendengar untuk berpikir tentang kebijaksanaan dalam tindakan Allah, yang tidak selalu mengikuti pola yang sama.
Di mana
Yerusalem
Mungkin di dekat ladang atau secara retoris di kota
Kapan
~701 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi yang melayani di Yehuda, ~740-681 SM
Kepada
Para pendengar
Orang-orang yang bersedia belajar dari perumpamaan pertanian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָרַשׁ
charash · pembajak
orang yang mengolah tanah, membajak sawah
תָּמִיד
tamid · terus-menerus
selalu, tanpa henti
חָרַשׁ
charash · membajak
menggarap tanah dengan bajak
Kata 'charash' muncul dua kali, menekankan aktivitas membajak. Kata 'tamid' menunjukkan kesalahan anggapan bahwa membajak harus terus-menerus. Padahal ada waktu untuk membajak dan waktu untuk menanam, menunjukkan kebijaksanaan dalam bertindak.
Tahukah kamu
Pertanian di Zaman Alkitab
Di Israel kuno, membajak biasanya dilakukan dengan bajak sederhana yang ditarik sapi atau lembu. Proses membajak tidak dilakukan terus-menerus; setelah tanah diolah, barulah benih ditabur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 28:24
Pengkhotbah 3:1
ada waktu
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk setiap kegiatan di bawah langit ada waktunya.”
Yesaya 55:10-11
hujan dan firman
“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana... demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku.”
1 Korintus 3:9
ladang Allah
“Kami adalah rekan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 28:24
✕ Sering dikira
Mengira ayat ini berbicara tentang pekerjaan keras tanpa istirahat, seperti etos kerja yang keliru.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan bahwa ada waktu untuk setiap aktivitas, dan Allah memberikan hikmat dalam melakukannya.
✕ Sering dikira
Menganggap ilustrasi ini tidak relevan secara spiritual karena terlalu duniawi.
✓ Yang sebenarnya
Yesaya memakai analogi pertanian untuk mengajarkan kebenaran rohani: Allah bekerja secara teratur dan bijaksana, tidak sembarangan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 28:24
Hidup kita pun tidak melulu 'membajak' — ada masa sulit, ada masa tenang. Percayalah bahwa setiap proses yang Tuhan izinkan memiliki tujuan yang baik, seperti petani yang tahu kapan harus berhenti membajak dan mulai menanam.
Bapa, ajari aku untuk mengerti musim dan waktu dalam hidupku, dan beri aku kebijaksanaan untuk melakukan tugas pada setiap tahap, Amin.