Yesaya menolak penghiburan
Yesaya 22:4
Peringatan untuk Yerusalem yang Zalim
PerikopNubuat tentang Yerusalem · Yesaya 22:1-14 →“Oleh sebab itu, aku berkata, “Berpalinglah dariku! Biarkan aku menangis dalam kesedihan! Jangan berusaha menghiburku karena kehancuran putri bangsaku.””Yesaya 22:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu aku berkata: "Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku Yesaya 22.5–10 73 menangis dalam kepahitan; janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri bangsaku."”Yesaya 22:4 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan perhatikan aku; biarkan aku meratapi orang-orang dari bangsaku yang telah tewas. Jangan coba menghibur aku.”Yesaya 22:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Therefore said I, Look away from me; I will weep bitterly, labour not to comfort me, because of the spoiling of the daughter of my people.”Yesaya 22:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 22:4?
Yesaya 22:4, nabi Yesaya menyatakan kesedihan yang mendalam atas kehancuran Yerusalem, yang disebutnya sebagai 'putri bangsaku'. Dia meminta orang untuk tidak menghiburnya. Ini menunjukkan betapa hancurnya hati Tuhan melalui nabi-Nya ketika umat-Nya mengalami penghakiman. Ini adalah ekspresi empati dan kepedihan yang tulus terhadap penderitaan umat.
Latar belakang
Menangis karena Kehancuran
Yesaya menyaksikan kehancuran yang akan menimpa Yehuda dan tidak mau dihibur oleh orang lain. Ia mengungkapkan kesedihan mendalam karena umatnya (putri bangsaku) akan binasa, dan ia ingin menangis sendiri.
Di mana
Yerusalem
Di dalam kota, saat menangis
Kapan
~700 SM
Monarki Akhir
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar, pelayan kerajaan Yehuda
Kepada
Pembaca/umum
Bangsa Yehuda, pendengar pesan ilahi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
סוּר
sur · berpalinglah
menjauh, undur
בָּכָה
bakhah · menangis
meneteskan air mata
שֹׁד
shod · kehancuran
kehancuran, bencana
Kombinasi kata 'berpaling', 'menangis', dan 'kehancuran' menekankan bahwa Yesaya menjauhkan diri dari keramaian untuk meratapi bencana yang pasti datang, menunjukkan keseriusan dosa umat.
Tahukah kamu
Menangis di Timur Tengah
Di zaman Alkitab, ratapan dan tangisan adalah ekspresi duka yang publik dan sering dilakukan dengan merobek pakaian. Menolak penghiburan adalah tanda duka yang sangat dalam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 22:4
Ratapan 3:48
Ratapan serupa
“Air mataku bermuara seperti air bah karena kehancuran putri bangsaku.”
Yeremia 9:1
Duka nabi
“Oh, kiranya kepalaku menjadi mata air, dan mataku menjadi sumber air mata, supaya aku dapat menangis siang malam bagi orang-orang putri bangsaku.”
Yesaya 37:3
Hari bencana
“Hari ini adalah hari kesesakan, hari penghukuman, dan hari cela.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 22:4
✕ Sering dikira
Menganggap menangis itu dilarang atau tanda kurang iman.
✓ Yang sebenarnya
Yesaya justru menunjukkan bahwa menangis adalah respons yang benar terhadap dosa dan kehancuran.
✕ Sering dikira
Mengira 'putri bangsaku' merujuk pada putri raja secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Frasa ini adalah personifikasi untuk bangsa Yehuda atau Yerusalem.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 22:4
Saat melihat kehancuran, baik dalam hidup kita atau orang lain, kita perlu merasakan kesedihan yang otentik. Jangan buru-buru menutupinya dengan kata-kata manis. Terkadang yang dibutuhkan adalah kehadiran dan dukungan yang tenang.
Tuhan, berikanlah aku hati yang peka untuk ikut merasakan penderitaan orang lain, dan mau hadir dalam duka mereka. Amin.