Air Mata di Kepala

Yeremia 9:1

Ratapan atas Dosa Bangsa

““Seandainya di kepala-Ku ada air dan mata-Ku adalah pancaran air mata, Aku akan menangis siang dan malam untuk putri jemaat-Ku yang terbunuh.”

Yeremia 9:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 9:1?

TUHAN berduka atas umat-Nya yang hancur dan mati karena dosa. Dia mengungkapkan kesedihan yang mendalam, seolah-olah ingin menangis siang malam untuk mereka. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak tidak peduli, tetapi sangat merasakan penderitaan umat-Nya yang telah jatuh.

Latar belakang

Kerinduan Tuhan untuk Menangis

Tuhan mengungkapkan kesedihan-Nya yang mendalam atas umat-Nya yang tewas karena dosa. Ia seakan ingin menangis siang malam, tetapi murka-Nya tetap menyala.

Di mana

Yerusalem

Dalam suasana ratapan dan penghakiman

Kapan

~586 SM

Menjelang kehancuran Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Peringatan nabi Yeremia
Babel menghancurkan Yerusalem
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, berbicara melalui nabi

B

Kepada

Bangsa Yehuda

Umat pilihan yang jatuh dalam dosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מים

mayim · air

air; sumber kehidupan

בכה

bakah · menangis

menangis, meratap

חלל

chalal · terbunuh

tertusuk, mati terbunuh

Kata-kata ini menggambarkan Tuhan yang berbelas kasihan, tetapi juga adil; Ia berduka atas kematian umat-Nya, tetapi juga membiarkan penghakiman terjadi.

Tahukah kamu

Ekspresi Manusiawi

Bahasa di sini antropomorfis, menggambarkan Tuhan dengan perasaan manusiawi untuk menunjukkan betapa besar kasih-Nya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 9:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 9:1

✕  Sering dikira

Menganggap Tuhan tidak punya perasaan dan hanya menghukum tanpa belas kasihan.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan menunjukkan emosi yang dalam, sedih atas dosa dan akibatnya.

✕  Sering dikira

Mengira air mata itu untuk bangsa Israel secara keseluruhan, padahal konteksnya adalah umat yang tewas karena dosa mereka sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Ratapan ini untuk 'putri jemaat-Ku' yang mengalami kehancuran akibat dosa.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 9:1

Tuhan tidak pernah acuh terhadap penderitaan kita. Saat kita berdosa, Dia bersedih bukan karena marah saja, tetapi karena kasih-Nya yang dalam. Mari kita peka terhadap kesedihan Allah dan bertobat, karena Dia merindukan pemulihan kita.

Tuhan, ajari aku merasakan kesedihan-Mu atas dosa dan kehancuran, dan bimbing aku untuk hidup seturut kehendak-Mu. Amin.