Kegelisahan Malam yang Menakutkan

Yesaya 21:4

Pesan tentang Babel dan Bangsa-Bangsa

PerikopNubuat tentang Babel · Yesaya 21:1-10 →
“Hatiku cemas; kengerian menyelubungi aku. Malam yang aku rindukan telah berubah menjadi ketakutan bagiku.”

Yesaya 21:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 21:4?

Yesaya 21:4 menggambarkan kepanikan dan kengerian yang dialami nabi. Malam yang biasanya tenang berubah menjadi ketakutan, mencerminkan betapa dahsyatnya berita kehancuran itu.

Latar belakang

Malam yang Ditunggu Berubah Takut

Yesaya menerima penglihatan tentang pengepungan Babel oleh Elam dan Madai. Alih-alih merasa tenang, hatinya dipenuhi kegelisahan dan kengerian, seperti malam yang dinantikan berubah menjadi mimpi buruk.

Di mana

Yerusalem

Mungkin di rumahnya, merenungkan penglihatan

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penubuhan kerajaan Babel
Kejatuhan Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi, ~50 tahun, melayani di Yehuda

P

Kepada

Pembaca/umat Yehuda

Orang-orang yang akan hidup di masa depan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תָּעָה

ta'ah · cemas

tersesat atau kebingungan, kehilangan arah

פַּלָּצוּת

pallatsut · kengerian

getaran ketakutan, gemetar hebat

לַיִל

layil · malam

periode gelap, sering melambangkan kehancuran

Kegelisahan yang dialami Yesaya bukan sekadar takut biasa, tetapi kebingungan yang mendalam (ta'ah) disertai getaran ketakutan (pallatsut) di tengah malam yang seharusnya tenang. Ini menunjukkan beban emosional nabi saat menyampaikan penghakiman.

Tahukah kamu

Rasa Sakit Bersalin

Metafora sakit bersalin dipakai nabi untuk menggambarkan penderitaan yang luar biasa, menunjukkan kedalaman dampak penglihatan terhadap dirinya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 21:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 21:4

✕  Sering dikira

Menganggap Yesaya takut pada Babel, padahal konteksnya justru Babel akan jatuh.

✓  Yang sebenarnya

Ketakutannya adalah respons terhadap kekerasan penghakiman, bukan kekhawatiran akan kekalahan.

✕  Sering dikira

Mengira 'malam yang kurindukan' adalah malam penuh sukacita, padahal itu adalah malam penglihatan yang kelam.

✓  Yang sebenarnya

Malam itu awalnya diharapkan menjadi malam perhentian, tetapi berubah menjadi mimpi buruk karena isi penglihatan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 21:4

Ketika kegelisahan menguasai pikiran kita, kita bisa belajar untuk membawa segala kekhawatiran kepada Tuhan dalam doa dan mempercayakan masa depan kita kepada-Nya.

Bapa, campakkanlah segala ketakutan dalam hatiku dan gantikan dengan keyakinan akan pemeliharaan-Mu. Amin.