Merendahkan diri sia-sia?

Yesaya 2:9

Gunung TUHAN dan Hari Pembalasan

PerikopSion sebagai Pusat Kerajaan Damai · Yesaya 2:1-22 →
“Maka, manusia membungkuk dan masing-masing orang merendahkan diri, tetapi janganlah ampuni mereka!”

Yesaya 2:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 2:9?

Yesaya 2:9 menyatakan bahwa manusia akan direndahkan dan dibungkukkan, karena kesombongan mereka tidak akan luput dari hukuman. Tuhan tidak akan mengampuni mereka yang terus hidup dalam dosa dan tidak mau bertobat. Ini adalah peringatan bahwa kesombongan akan berhadapan dengan murka Allah.

Latar belakang

Penghinaan yang tidak diampuni

Yesaya menyatakan bahwa manusia akan merendahkan diri, tetapi karena kesombongan dan penyembahan berhala, Tuhan tidak akan mengampuni mereka. Ini adalah ekspresi kemarahan Ilahi terhadap dosa yang membandel.

Di mana

Yerusalem

Di hadapan umat di bait

Kapan

~740 SM

Monarki Akhir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Manusia menyembah berhala
Hari TUHAN yang menggentarkan
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi yang menyampaikan firman TUHAN yang keras.

O

Kepada

Orang-orang sombong

Mereka yang angkuh dan tidak mau bertobat.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁחַח

shachach · membungkuk

menunduk, merendahkan diri, juga berarti ditundukkan

שָׁפַל

shaphal · merendahkan

rendah, hina, menjadi kecil

נָשָׂא

nasa · ampuni

mengangkat, mengampuni, membawa

Akar kata 'shachach' dan 'shaphal' menunjukkan bahwa perendahan diri di hadapan berhala tidak sama dengan kerendahan hati di hadapan Allah. Tanpa pertobatan sejati, tidak ada pengampunan.

Tahukah kamu

Merendahkan diri vs direndahkan

Bahasa Ibrani memakai bentuk pasif di ayat 9: 'manusia dibungkukkan'. Ini bermain kata: mereka merendahkan diri di depan berhala, tapi akhirnya direndahkan oleh TUHAN.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 2:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 2:9

✕  Sering dikira

Allah tidak mau mengampuni siapa pun yang berdosa.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini berbicara tentang orang yang terus-menerus memberontak dan tidak mau bertobat, sehingga pengampunan tidak mungkin selama mereka tidak menyesal.

✕  Sering dikira

Merendahkan diri itu sia-sia.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menekankan perendahan diri yang salah, yaitu hanya tunduk di hadapan berhala, bukan bertobat di hadapan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 2:9

Kerendahan hati adalah sikap yang sangat dihargai Tuhan. Mari kita periksa apakah ada area dalam hidup di mana kita merasa diri lebih hebat dari orang lain atau bahkan dari Tuhan? Belajarlah untuk mengakui kelemahan kita dan bergantung pada kasih karunia-Nya.

Ya Tuhan, rendahakan hatiku dan ajarku untuk selalu merendahkan diri di hadapan-Mu dan sesama. Jangan biarkan kesombongan menguasai hidupku. Amin.